Masuk

AI & Produktivitas2 menit baca

Survival Mode Itu Nyata. Tapi Diam Bukan Pilihan.

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Survival Mode Itu Nyata. Tapi Diam Bukan Pilihan.

Survival Mode Itu Nyata. Tapi Diam Bukan Pilihan.

Minggu lalu di meetup C-Corner bersama teman-teman di Tech Voice Indonesia, kita ngobrol jujur.

Bukan soal valuasi.
Bukan soal funding.
Tapi soal satu hal yang semua rasakan:

MODE SURVIVAL

Rata-rata yang hadir adalah pemilik usaha dan decision maker sektor swasta.
Dan hampir semua sepakat — di ekonomi seperti sekarang, daya beli melemah, pilihan makin sempit.

Ambil peluang apa pun yang ada.
Jaga cashflow.
Pastikan tim tetap hidup.

Sebagai entrepreneur, ini yang paling saya concern.
Karena kalau bisnis-bisnis ini kuat,
masalah tenaga kerja juga ikut lebih ringan.

Yang menarik, di tengah survival mode itu, justru muncul energi:

  • weselaja.com (Rudy Thong) – mulai dari mimpi QRIS Lampung, sekarang payment gateway lintas negara.
  • responpintar.com (Wanri) – omnichannel + AI agent.
  • videfly.com (Arsifa) – AI video generator untuk seller online.
  • transforme.id (Devfanny) – bantu sekolah & kerja luar negeri.
  • kodegiri.com (Gamendra) – MVP R&D bareng kampus.
  • mementogame.in (Arrizki) – game studio lokal.
  • unmewt.com (Sean) – cybersecurity.
  • Supernova Sinergi Digital (Danial) – solusi digital untuk institusi.
  • essentialearning.com (Wahid) – critical thinking untuk generasi muda.

Semua berbeda.
Semua real.
Semua sedang berjuang.

Dan di tengah diskusi itu, muncul kalimat yang cukup keras:

“Don’t try this at home.”

Entrepreneurship bukan glamor.
Ini permainan mental dan daya tahan.

Kalau kamu pelaku bisnis dan ingin diskusi serius seperti ini,
join C-Corner.

Kalau belum tergabung di TVI:
👉 https://lnkd.in/gR4hdQhf

Untuk business owner / executive level yang mau masuk C-Corner:
👉 https://lnkd.in/gYXMR4k8

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Komentar

Masuk untuk ikut berkomentar

Masuk

Tulisan lain soal AI & Produktivitas

← Semua tulisan