Akhir 2025 ini ditutup dengan gosip paling panas di dunia teknologi:
dua raksasa — satu global dan satu lokal — sama-sama dirumorkan akan ganti nahkoda.
Yang pertama: Apple.
Yang kedua: GOTO.
Dua-duanya muncul hampir bersamaan. Dua-duanya mencerminkan “aroma perubahan besar” di dunia teknologi.
1) TIM COOK — CEO Apple
Market Cap di bawah Tim Cook:
dari ±US$350 miliar (2011) jadi ±US$3–4 triliun hari ini.
Growth lebih dari 10x lipat.
Pencapaian besar:
- Ekspansi ke layanan (Music, TV+, Pay, Arcade)
- AirPods & Apple Watch jadi lini miliaran dolar
- Apple Silicon (chip M-series)
- Supply chain paling efisien di dunia
Kenapa dirumorkan diganti?
- Apple dianggap tertinggal dalam generative AI
- Tekanan investor untuk lebih agresif di AI & agentic computing
- Isu suksesi: Tim Cook sudah lebih 14 tahun memimpin
2) PATRICK WALUJO — CEO GOTO
Market Cap GoTo saat ini:
kisaran Rp 50–70 triliun, masih jauh di bawah valuasi era IPO.
Apa yang sudah dilakukan Patrick?
- Efisiensi besar-besaran
- Perbaikan cost structure
- Integrasi TikTok Shop via Tokopedia
- Upaya menuju profitabilitas
Kenapa ada rumor diganti?
- Desakan investor (SoftBank) untuk RUPSLB
- Strategi besar seperti merger Grab → tidak sejalan
- Valuasi yang terus menurun → tekanan makin kuat
Dua rumor, dua dunia yang sangat berbeda.
Di level global, AI sudah bukan nice to have, tapi center of gravity-nya industri.
Microsoft ngebut, NVIDIA makin gila, Google lompat ke agentic systems.
Apple tertangkap “tidak cukup cepat.”
Maka tekanan ke CEO-nya wajar.
Di level lokal, lain cerita.
Kita bukan bertarung soal teknologi—
kita bertarung soal politik, kekuasaan, dan kepentingan pemilik modal.
Perusahaan tech pun terasa stagnan. Inovasi jadi pelan.
Perubahan CEO lebih sering karena “drama korporasi,” bukan arah teknologi.
Gimana menurut kalian?
🟡 Mau belajar workflow AI tools yang saya pakai tiap hari — ChatGPT, Gemini, NotebookLM, Perplexity, Gamma, sampai Nano Banana?





