Masuk

AI & Produktivitas2 menit baca

Digitalisasi Tanpa Data Hidup: Museum Online

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Digitalisasi Tanpa Data Hidup: Museum Online

Digitalisasi Bukan Transformasi: Di Sini Datanya Mati

Kita suka bangga bilang sudah go digital. Padahal yang terjadi seringkali hanya digital-digitalan. Ganti kertas jadi PDF, pindah formulir jadi website—lalu berhenti di situ.

Baru-baru ini, program magang nasional dibuka dengan semangat besar. Kuota 20 ribu anak muda. Tapi apa yang terjadi?
Websitenya ambruk, traffic jebol, 3–4 hari baru mulai stabil setelah kritik datang dari segala arah.

Saya masih ingat komentar pedas di tulisan saya waktu itu:
Biasa pak, hemat anggaran uhuk uhuk. Yang CPNS aja tiap tahun jebol.”
Dan itu bukan soal server. Itu soal mindset.

Kita masih berhenti di level pamer portal, bukan pikirkan masa depan data.
Coba bayangkan, dari program sebesar itu…

  • Apa kita tahu kompetensi gen-Z lulusan baru?
  • Peta skill mereka terhadap dunia kerja?
  • Gap masa depan talenta bangsa?

Nol. Karena yang dibangun cuma pintu masuk digital, bukan otak pengolah data.
Di sinilah saya sering bilang:
🟥 Digitalisasi = Transformasi
Tanpa data yang hidup, digital hanya jadi museum online.

Hampir enam bulan ini, saya terus bersuara:
Bangunlah sistem yang bukan cuma jalan, tapi berpikir.
Jangan hanya kumpulkan datatapi hidupkan ia jadi nilai.

Dari gelisah itu, saya dan beberapa kawan—Agus Rachmanto, Reza Pramono, Abi Dwiaji Wicahyo—semuanya pernah berada di pusat data pemerintahan & industri—akhirnya bergerak.
Kami membangun Datalio, sebuah inisiatif untuk satu hal sederhana:

Menghidupkan kembali data yang mati.
Memberi AI ke dalam ruang rapat organisasi, agar keputusan tak lagi buta.

Buat teman-teman yang lelah melihat dashboard tanpa makna, sistem tanpa insight, atau sedang bergulat dengan silo data—  
**Yuk kita ngobrol**.  
DM saya. Mungkin sudah waktunya Indonesia bicara *transformasi berbasis data*, bukan sekadar digitalisasi.

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal AI & Produktivitas

Kesopanan di AI Mahal, Empati Jadi Kemewahan
AI & Produktivitas

22 Apr2 mnt

Kesopanan di AI Mahal, Empati Jadi Kemewahan

Ternyata, Mengajarkan Kesopanan ke AI Itu Mahal Banget Beberapa hari lalu, Sam Altman (founder OpenAI) menulis pernyataan sederhana, tapi bikin ramai: "I wonder how much money OpenAI has lost in electricity costs from…

Seminggu terakhir rasanya kita tidak berhenti membaca plot twist.
AI & Produktivitas

12 Jun2 mnt

Seminggu terakhir rasanya kita tidak berhenti membaca plot twist.

Seminggu terakhir rasanya kita tidak berhenti membaca plot twist. Kepala BGN MBG ditangkap karena dugaan korupsi. Pertamax gan dini hari. PLN masih bergulat dengan pemadaman, setelah beberapa waktu lalu blackout melanda…

Google baru saja memperkenalkan Gemini Spark di Google I/O.
AI & Produktivitas

20 Mei2 mnt

Google baru saja memperkenalkan Gemini Spark di Google I/O.

Google baru saja memperkenalkan Gemini Spark di Google I/O. Dan menurut saya… ini salah satu sinyal paling jelas bahwa era “AI chatbot” mulai selesai. Selama 2 tahun terakhir kita terbiasa dengan pattern: tanya → AI…

DBS PHK 4.000: Saatnya Engineer Pakai AI
AI & Produktivitas

19 Mar2 mnt

DBS PHK 4.000: Saatnya Engineer Pakai AI

AI Bukan Sekadar Tren, Ini Sudah Nyata! Baru-baru ini, DBS Group mengumumkan akan melakukan PHK 4.000 karyawan dalam 3 tahun ke depan karena peran mereka sudah bisa digantikan oleh AI. Namun, mereka juga berencana…

Beberapa waktu lalu saya ngobrol cukup panjang dengan seorang industry expert. Bukan or…
AI & Produktivitas

19 Mei2 mnt

Beberapa waktu lalu saya ngobrol cukup panjang dengan seorang industry expert. Bukan or…

Beberapa waktu lalu saya ngobrol cukup panjang dengan seorang industry expert. Bukan orang startup. Bukan juga orang yang sibuk bicara valuation atau growth chart. Tapi orang yang puluhan tahun benar-benar hidup di…

← Semua tulisan