Kembali ke Apple Academy UC Surabaya setelah hampir 6 tahun rasanya campur aduk.
Terakhir ke sini 2019, ketemu batch pertama mereka.
Sekarang 2025—tempatnya hampir sama, vibes-nya tetap modern, tapi energinya jauh lebih matang.
Saya diundang jadi expert mentor untuk sharing soal entrepreneurship & tech.
Apple Academy memang bukan sekadar tempat “belajar bikin aplikasi”.
Di sini mereka belajar product, design, project management, dan bisnis—paket lengkap kalau mau masuk dunia startup atau tech company modern.
Saya sempat 1-on-1 dengan hampir 20 mentee, dan ada beberapa hal yang bikin saya cukup terkesan:
1️⃣ ~20% punya mindset entrepreneur yang kuat
Bahkan ada yang sudah getting traction, padahal mayoritas masih semester akhir. Ini bukan teori—ini sudah eksekusi.
2️⃣ Bukan mager club
Setiap hari half-day hadir di academy, sambil tetap kuliah. Ini latihan disiplin yang sangat relevan dengan dunia kerja nyata.
3️⃣ Mereka tahu apa yang mereka mau
Entah itu bangun product, bisnis, service, atau berkarier di tech—arahnya jelas.
4️⃣ True Gen-Z
Berani speak up, articulate, dan ekspresif. Ini sinyal positif di era pergeseran generasi—dari boomer, milenial, menuju era purpose-driven.
Menurut saya, model Apple Academy ini salah satu strategi pendidikan paling relevan hari ini.
Bukan sekadar teori, tapi praktik langsung dengan industry exposure.
Saat ini baru diterapkan di UC dan Binus—dan jujur, ini patut ditiru kampus lain kalau mau menutup gap pendidikan vs dunia nyata.
Terima kasih Pak John Alan Ketaren yang sudah mengundang saya.
Kami pertama kenal di Apple Academy UC 2019—dan sejak itu banyak diskusi & kolaborasi yang (semoga) akan terus berlanjut.
Energi anak-anak muda seperti ini selalu bikin saya optimis.
🟡 Join Tech Voice Indonesia
Tempat ngumpul praktisi tech, product, dan bisnis—belajar bareng, mikir bareng, dan tumbuh bareng.
Apple Developer Academy | Indonesia
Apple Developer Academy @ UC Surabaya





