Masuk

AI & Produktivitas2 menit baca

AI di Tambang: 3 Tantangan Agar Benar-Benar Berguna

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
AI di Tambang: 3 Tantangan Agar Benar-Benar Berguna

Banyak yang ngomongin AI, tapi sedikit yang benar-benar ngerti:
AI itu bukan tukang sulap.

Beberapa waktu lalu saya fasilitasi satu sesi diskusi bareng narasumber expert mas Ruby Abdullah yang selama ini betul-betul turun ke lapangan — mengerjakan proyek AI di perusahaan tambang dan manufaktur.

Dan ini… benar-benar eye opening.

Karena beda dari “AI-AI"-an yang isinya cuma demo chatbot,
ini adalah AI nyata yang membantu:

  • Predictive Maintenance
  • Smart Safety Monitoring
  • Anomaly Detection (CCTV)
  • Fatigue Detection System
  • Vehicle Speed Monitoring

Di industri seperti mining, AI bukan sekadar hype.
Tapi jadi alat bantu yang real — untuk keselamatan, efisiensi, dan pengambilan keputusan.

Tapi tentu, jalan ke sana gak instan.
Ada 3 tantangan utama adopsi AI yang terus berulang kami temui:

1Data Harus Rapi Dulu
Banyak perusahaan datanya masih semi-manual.
AI butuh “bahan bakar” berupa data yang terstruktur, digital, dan cukup volume-nya.
Jadi ya, harus mulai dari digitalisasi dulu.

2SDM Harus Siap
AI bukan instal-trus-ditinggal.
Perlu orang yang bisa fine-tuning, monitoring, sampai scaling ke use case baru.
Dan ini bukan sekadar engineer — tapi mindset digital dari semua lini.

3Infrastruktur Harus Mendukung
Area tambang sering terkendala sinyal, jaringan, dan proses data lambat.
Maka setup data pipeline, server, edge device — semua harus diperhitungkan sejak awal.

Yang bikin semangat, diskusi ini jadi pembuka mata:
AI yang nyata bisa banget membantu pekerjaan manusia.
Asal gak dibawa dengan ekspektasi “magic,” tapi pendekatan sistemik dan realistis.

📩 Kalau kamu ingin ngobrol lebih dalam:  
tentang adopsi AI di tempat kamu, atau bingung mulai dari mana —  
**Yuk ngobrol bareng saya di**:  
→ https://lnkd.in/gwVDP9rE

🟡 Atau kalau kamu ingin ikut diskusi seru lainnya,  
gabung komunitas Tech Voice Indonesia.  
Kita punya program “Pekan Pintar AI” 2x sebulan, dengan narasumber berpengalaman yang gak jualan buzzword.  
→ https://lnkd.in/gR4hdQhf

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal AI & Produktivitas

Mau cobain Kimi K3, ehh malah sold out.
AI & Produktivitas

23 Jul2 mnt

Mau cobain Kimi K3, ehh malah sold out. 😂

Mau cobain Kimi K3, ehh malah sold out. 😂 Padahal ini salah satu model AI yang lagi bikin saya penasaran banget minggu ini. Buat yang belum familiar, KIMI ini sebenarnya bukan pemain baru. Dibuat oleh Moonshot AI…

Skandal Builder.ai dan Pentingnya Belajar AI
AI & Produktivitas

3 Jun2 mnt

Skandal Builder.ai dan Pentingnya Belajar AI

AI yang Ternyata Call Center? :| Berita soal Builder.ai bikin heboh jagat tech minggu ini. Startup yang katanya “AI-powered” bikin software apa aja — ternyata di belakang layarnya cuma outsourcing ke 700 engineer di…

PHK Accenture dan Tekanan Skill AI di Kerja
AI & Produktivitas

2 Okt2 mnt

PHK Accenture dan Tekanan Skill AI di Kerja

Oke gaes, alarm keras lagi! Accenture baru aja ngumumin: 11.000 karyawan bye-bye PHK. Kenapa? Karena AI masuk, jobdesc ilang. Dan siapa yang kena? Mereka yang nggak bisa catch up dengan AI. Udah lah bro, jangan lagi…

Dulu IT Itu Tukang Benerin. Sekarang IT Harus Bisa “Ngomong” ke Manusia.
AI & Produktivitas

6 Jan2 mnt

Dulu IT Itu Tukang Benerin. Sekarang IT Harus Bisa “Ngomong” ke Manusia.

Dulu IT Itu Tukang Benerin. Sekarang IT Harus Bisa “Ngomong” ke Manusia. Saya tumbuh di era ketika IT bukan produk utama, tapi support sekitar 20 tahun yang lalu. Di awal karier, hampir 10 tahun saya hidup sebagai IT…

Satu hal yang mulai terasa sejak awal 2026:
AI & Produktivitas

1 Mei3 mnt

Satu hal yang mulai terasa sejak awal 2026:

Satu hal yang mulai terasa sejak awal 2026: “perang AI” sekarang sudah mulai berubah arah. Dulu semua orang otomatis bilang: AI = ChatGPT. Sekarang? Mulai banyak yang bilang: “coba deh pakai Claude.” Dan jujur, saya…

← Semua tulisan