Masuk

AI & Produktivitas2 menit baca

Pekerjaan Entry-Level Mulai Tergusur oleh AI

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Pekerjaan Entry-Level Mulai Tergusur oleh AI

Pekerjaan Level Pemula Mulai Terancam — dan Ini Bukan Clickbait.

Dari survei British Standards Institution (BSI) di 7 negara besar (Inggris, AS, Jerman, Australia, China, Jepang, Prancis),
25% bos yakin tugas-tugas karyawan tingkat entry bisa digantikan AI.
Dan 39% perusahaan sudah memangkas peran entry-level karena AI bisa melakukan pekerjaan administratif, riset, dan pelaporan.

Baca lagi pelan-pelan:
Bukan “akan digantikan,” tapi sudah mulai digantikan.

Saya pribadi 100% setuju dengan hasil survei ini.
Saya sudah coba sendiri: bikin agentic AI pakai n8n, yang bisa jadi customer service otomatis — jawab pertanyaan pelanggan, kirim data, sampai memproses permintaan, tanpa admin sama sekali.

Analogi paling gampang?
Ingat gerbang tol 10 tahun lalu — masih dijaga petugas?
Sekarang semuanya hilang.
Diganti oleh GTO (Gerbang Tol Otomatis) dengan kartu e-Toll dan RFID.
Nah, hal yang sama akan terjadi ke pekerjaan-pekerjaan administratif, repetitif, dan analitis dasar.

Tapi bukan berarti dunia kerja kiamat.
Seperti semua revolusi sebelumnya,
yang hilang selalu digantikan oleh yang baru.

Akan muncul role baru — bukan sebagai “korban AI,” tapi pencipta AI.
Mulai dari orang yang bisa membangun AI use case untuk laporan keuangan,
membuat agentic AI untuk CS atau dokumen perusahaan,
sampai engineer yang melatih AI agar relevan dengan konteks bisnis.

Dan justru, Gen-Z (lahir 19972012) punya keunggulan besar:
Digital literacy mereka tinggi.
Sudah terbiasa pakai ChatGPT, Gemini, atau bahkan Sora.
Kalau bisa diarahkan ke arah yang benar,
kamu bisa kerja 5x lebih cepat, 3x lebih rapi, dan 10x lebih berharga dari seniormu.

Jadi, apa yang bisa kita lakukan sekarang?

  1. Terus belajar dan eksplor AI tools seperti ChatGPT, Gemini, dan NotebookLM.
    Pelajari cara berpikirnya, bukan cuma hasilnya.

  2. Mulai adopsi AI di pekerjaan harian.
    Dari analisis data, reporting, dokumentasi, sampai riset. Biasakan kolaborasi dengan AI setiap hari.

  3. Kenali pola dan best practice.
    Pelajari bagaimana prompt yang baik bisa mengubah hasil secara signifikan.

  4. Bangun use-case di bidangmu.
    Apa yang bisa diotomasi? Apa yang bisa dipercepat dengan AI?
    Di situ peluang kamu muncul — bukan sebagai pengguna pasif, tapi pencipta solusi.

Buat software engineer dan developer
yang mau tahu mindset dan best practice pakai AI dalam coding,
materi lengkapnya bisa kamu unduh di sini:
👉 https://lnkd.in/g7HnVuff

Kalau kamu pengen konsultasi atau diskusi 1:1 soal digitalisasi dan AI,

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal AI & Produktivitas

AI Bisa Ngoding: Saatnya Jadi Product Engineer
AI & Produktivitas

10 Mar2 mnt

AI Bisa Ngoding: Saatnya Jadi Product Engineer

Kalau Cuma Ngoding Doang, Karier Kamu Bisa Tamat! Beberapa waktu yang lalu, ada yang bertanya ke saya, "Mas, seberapa cepat sih transisi ke AI yang bisa ngoding bakal terjadi?" Saya jawab, lebih cepat dari yang kita…

Polling AI Harian: 81% Jawab, Tapi 95% Diam
AI & Produktivitas

24 Apr2 mnt

Polling AI Harian: 81% Jawab, Tapi 95% Diam

Polling-nya bilang: 81% pakai AI setiap hari. Tapi saya malah jadi khawatir. Beberapa waktu lalu saya buat polling sederhana: “Sejauh mana kamu pakai AI tools di kerjaan kamu?” Dan hasilnya: 81% jawab Dipakai setiap…

Dulu IT Itu Tukang Benerin. Sekarang IT Harus Bisa “Ngomong” ke Manusia.
AI & Produktivitas

6 Jan2 mnt

Dulu IT Itu Tukang Benerin. Sekarang IT Harus Bisa “Ngomong” ke Manusia.

Dulu IT Itu Tukang Benerin. Sekarang IT Harus Bisa “Ngomong” ke Manusia. Saya tumbuh di era ketika IT bukan produk utama, tapi support sekitar 20 tahun yang lalu. Di awal karier, hampir 10 tahun saya hidup sebagai IT…

AI Agent for HR
AI & Produktivitas

9 Jan2 mnt

IT Team Jadi HR AI Agent: Adaptasi Engineer

“IT Teams Will Become HR of AI Agents” – CEO NVIDIA. Kalimat ini bukan cuma statement, tapi warning bagi kita semua. Sebagai seseorang yang lebih dari 12 tahun memimpin tim engineer (dari Tech Lead, Head of Engineer…

Product Manager. Designer. Frontend. Backend.
AI & Produktivitas

24 Feb2 mnt

Product Manager. Designer. Frontend. Backend.

Product Manager. Designer. Frontend. Backend. Digabung jadi satu. Itu yang disampaikan Satya Nadella. Di Microsoft dan LinkedIn, mereka mulai menggabungkan 4 role tradisional menjadi satu posisi baru: Full-Stack…

← Semua tulisan