Claude lagi naik daun. Banyak yang mulai pindah.
Saya termasuk yang cukup lama “loyal” dengan ChatGPT.
Hampir 2 tahun terakhir, ini jadi daily-drive saya untuk menuangkan isi pikiran—mulai dari merapikan ide sampai membentuk tulisan dengan gaya bahasa yang cukup konsisten.
Tahun lalu sempat eksplor beberapa model lain seperti Gemini, Perplexity, dan Claude. Tapi waktu itu, tetap terasa ChatGPT yang paling “pas”.
Beberapa waktu terakhir, saya mulai lihat tren yang menarik.
Banyak praktisi—terutama di tech dan product—mulai merekomendasikan Claude. Bukan lagi sekadar alternatif, tapi mulai dijadikan tool utama.
Akhirnya saya coba lagi. Kali ini lebih serius.
Sebelum mulai, saya setup cukup lengkap:
- personal profile
- memory (saya copy dari setup di ChatGPT)
- contoh-contoh tulisan LinkedIn saya sebelumnya
Tujuannya sederhana:
supaya Claude bisa langsung “nyambung” dengan cara saya berpikir dan menulis.
Hasil pertama?
Jujur, belum memuaskan.
Strukturnya belum dapet, flownya agak kaku, dan tone-nya belum sesuai.
Saya coba iterasi beberapa kali.
Mulai ada perbaikan, tapi masih terasa:
belum natural, belum “gue banget”.
Biasanya di titik ini, workflow saya lanjut ke step berikutnya:
generate visual.
Karena buat saya, nulis + visual itu satu paket. Bahkan seringkali cukup dengan 1–2 prompt, saya sudah bisa dapat tulisan dan visual sekaligus.
Dan di sinilah masalahnya.
Claude belum bisa generate image secara langsung.
Workflow saya langsung terputus.
Ini mungkin terdengar sepele.
Tapi buat use case seperti saya—yang cukup sering menulis dan posting—ini krusial.
Karena yang saya butuhkan bukan cuma model yang bisa bantu berpikir dan menulis, tapi juga:
end-to-end workflow dalam satu tempat.
Jadi untuk sekarang, khusus untuk use case:
- writing
- content creation
- social media posting
Claude masih belum terasa “pas”.
Saya akhirnya kembali lagi ke ChatGPT untuk kebutuhan ini.
Tapi bukan berarti Claude tidak menarik.
Justru sebaliknya.
Masih banyak area yang ingin saya eksplor:
- reasoning yang lebih dalam
- problem solving
- automation
- bahkan kemungkinan untuk build tools atau app
Karena dari banyak feedback yang saya lihat, di area tersebut Claude cukup kuat.
Jadi untuk sekarang, mungkin bukan soal:
mana yang lebih bagus.
Tapi lebih ke:
mana yang paling cocok dengan workflow kita hari ini.





