Masuk

Membangun Startup2 menit baca

IHSG Anjlok & Peringatan MSCI: Pola Lama dengan Nama Berbeda

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
IHSG Anjlok & Peringatan MSCI: Pola Lama dengan Nama Berbeda

IHSG Anjlok & Peringatan MSCI: Pola Lama dengan Nama Berbeda

Minggu lalu berisik sekali.
IHSG turun tajam, merah di mana-mana.
Pemicu utamanya: peringatan dari MSCI, lembaga indeks global yang jadi rujukan banyak investor institusi.

Dampaknya bukan cuma ke layar trading.
Situasinya sampai menyeret hal besar:

  • isu tata kelola pasar
  • kepercayaan investor
  • bahkan berujung mundurnya dua figur penting: pimpinan OJK dan Bursa Efek Indonesia

Ini jelas bukan kejadian kecil.

Yang menarik buat saya justru polanya.

Beberapa bulan terakhir, kita melihat IHSG seperti “to the moon”.
Banyak saham naik cepat.
Narasinya optimistis.
Euforianya terasa.

Dan di titik ini, saya jadi keingat dunia yang saya cukup kenal: startup.

Di startup, kita kenal istilah hyper-growth.
Valuasi naik cepat.
Dana masuk besar.
Tapi sering kali:

  • fundamental bisnis belum kuat
  • sistem belum siap
  • manajemen belum matang

Di atas kertas terlihat hebat.
Di dalam? Banyak yang rapuh.

Ketika uang besar masuk terlalu cepat,
dan organisasi belum siap mengelolanya,
hasil akhirnya sering sama: boncos.

Pola ini rasanya punya kemiripan dengan apa yang terjadi di pasar saham kemarin.

IHSG naik tinggi,
tapi sebagian kenaikannya tidak sepenuhnya ditopang oleh:

  • kualitas bisnis jangka panjang
  • transparansi
  • dan kekuatan fundamental yang solid

Ketika sentimen global mengetuk pintu,
semuanya runtuh dengan cepat.


Bedanya, dampaknya jauh lebih luas.
Kalau startup gagal,
yang rugi biasanya investor terbatas.

Tapi kalau pasar saham bermasalah,
yang terdampak adalah:

  • investor ritel
  • dana masyarakat
  • dan kepercayaan publik secara umum

Beberapa teman bahkan cerita,
seminggu ini portofolio merah semua, bos.”

Dan itu nyata.

Buat saya, ini jadi pengingat penting:
pertumbuhan itu perlu,
tapi kualitas pertumbuhan jauh lebih penting.

Di startup.
Di pasar modal.
Di sistem apa pun.

Kalau kamu tertarik diskusi soal pola-pola seperti ini

  • dari startup, teknologi, sampai pasar modal —

Karena kadang,
yang perlu kita pahami bukan peristiwanya,
tapi polanya.

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Membangun Startup

Sekitar 5 tahun lalu saya pernah ngobrol dengan seorang teman soal fenomena bisnis cafe.
Membangun Startup

23 Jul2 mnt

Sekitar 5 tahun lalu saya pernah ngobrol dengan seorang teman soal fenomena bisnis cafe.

Sekitar 5 tahun lalu saya pernah ngobrol dengan seorang teman soal fenomena bisnis cafe. Waktu itu kita lagi bahas... Kok cafe makin lama makin banyak ya? Bukan cuma di Jakarta atau kota besar. Di kota-kota kecil pun…

Manipulasi Data Startup: Menipu Tak Pernah Baik
Membangun Startup

17 Apr2 mnt

Manipulasi Data Startup: Menipu Tak Pernah Baik

Menipu Demi Kebaikan? Dalam klarifikasinya ke media, Gibran, founder eFishery, menyebut prinsip yang ia pegang saat memanipulasi data: “Kompas moral saya cukup matematis. Jika jumlah dampak yang dapat saya ciptakan pada…

startup meetup jakarta
Membangun Startup

7 Jan2 mnt

Startup Mainan Orang Kaya dan Elmu LUKY di Baliknya

Startup Itu Mainan Orang Kaya? Banyak yang Pake Elmu LUKY! 💡 Pernah dengar jokes ini? ‘Startup itu mainan orang kaya.’ Atau mungkin pernah merasa jadi ‘korban mainan orang kaya’? True story banget, terutama ketika…

Rp550 Miliar untuk Aplikasi. Saya Bisa Bangun 10 Startup dengan Itu.
Membangun Startup

22 Apr2 mnt

Rp550 Miliar untuk Aplikasi. Saya Bisa Bangun 10 Startup dengan Itu.

Rp550 Miliar untuk Aplikasi. Saya Bisa Bangun 10 Startup dengan Itu. Saya sudah 20+ tahun di industri ini. Saya pernah build sistem dari nol, pernah jadi CTO, pernah ngobrol langsung dengan vendor-vendor terbaik yang…

Ketika Direksi BUMN Dipenjara Bukan Karena Korupsi — Tapi Karena Keputusan Bisnis
Membangun Startup

30 Nov2 mnt

Ketika Direksi BUMN Dipenjara Bukan Karena Korupsi — Tapi Karena Keputusan Bisnis

Ketika Direksi BUMN Dipenjara Bukan Karena Korupsi — Tapi Karena Keputusan Bisnis Kasus akuisisi PT JN oleh PT ASDP minggu lalu jadi drama nasional. Bukan karena nilainya kecil, bukan juga karena pelakunya tak dikenal…

← Semua tulisan