Menipu Demi Kebaikan?
Dalam klarifikasinya ke media, Gibran, founder eFishery, menyebut prinsip yang ia pegang saat memanipulasi data:
“Kompas moral saya cukup matematis. Jika jumlah dampak yang dapat saya ciptakan pada waktu tertentu melebihi potensi risiko dan kerusakan yang mungkin terjadi, maka itu masih merupakan hal yang positif.”
Artinya? Menipu demi kebaikan bersama.
Mungkin maksudnya, data dimanipulasi supaya perusahaan terlihat sehat — biar bisa survive dan nanti ditebus ketika bisnis membaik.
Tapi kenyataannya? Semakin lama dibiarkan, manipulasi makin membesar, makin sulit dikendalikan... dan akhirnya terbongkar juga.
Buat kita semua, ini jadi pelajaran penting:
Prinsip seperti itu tidak bisa dipakai.
Dalam dunia investasi, kita mengenal istilah cut loss.
Kalau investasi sudah turun terus, salah satu cara paling rasional adalah kelola risiko, bukan paksakan selamat dengan bohongi pasar dan investor.
Kalau ada business unit yang sudah jelas jadi beban, ya evaluasi, potong, pivot, atau restrukturisasi.
Bukan justru cari modal dengan narasi palsu.
Karena begitu reputasi rusak, investor pergi, kepercayaan hancur, dan satu ekosistem bisa ikut terganggu.
Buat kamu yang founder, ex-founder, tech builder, atau sedang berjuang dengan realita membangun bisnis digital —
**Yuk ngobrol dan diskusi sehat di komunitas Tech Voice Indonesia**.
Kita sama-sama jaga integritas industri ini, dari yang kecil sampai ke sistemik.
📌 Daftar di sini → https://lnkd.in/gR4hdQhf





