Masuk

Membangun Startup2 menit baca

Startup Mainan Orang Kaya dan Elmu LUKY di Baliknya

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
startup meetup jakarta

Startup Itu Mainan Orang Kaya? Banyak yang Pake Elmu LUKY!

💡 Pernah dengar jokes ini? ‘Startup itu mainan orang kaya.’ Atau mungkin pernah merasa jadi ‘korban mainan orang kaya’? True story banget, terutama ketika keputusan-keputusan diambil pakai elmu LUKYLu Kyira-Kyira.

Coba deh perhatikan, sebagian besar startup yang naik ke permukaan biasanya para foundernya berasal dari keluarga berada, bahkan elit. Banyak dari mereka yang lulusan kampus ternama seperti Harvard, Stanford, atau sekolah elite lainnya.

Belakangan, tren ini makin terasa. Bikin startup mulai jadimainananak-anak muda dengan backing keluarga kaya. Dan, jujur aja, kadang saya cuma bisa narik nafas panjang setiap lihat keputusan aneh di beberapa startup yang pernah saya ikuti.

Ini keputusan dari mana sih?”
Pake elmu LUKY lagi: Lu Kyira-Kyira.”

Stereotip atau Fakta?

Memang nggak semua founder kaya mengambil keputusan asal-asalan. Tapi stereotip ini sudah mulai melekat, terutama karena:
1. Banyak founder yang nggak benar-benar paham problem di lapangan.
2. Keputusan lebih sering didasarkan pada insting tanpa data, atau lebih parah lagi, sekadar coba-coba.

Kalau startup dikelola dengan pola pikir seperti ini, jangan heran kalau hasilnya cuma jadi mainan belaka—yang akhirnya korban utamanya adalah tim di bawah mereka.

Founder yang Benar-Benar Visioner

Startup bukan sekadar eksperimen untuk “have fun.” Kalau ingin jadi founder yang membawa perubahan nyata, harus punya fondasi yang jelas:

1. Pahami Masalah yang Nyata:
Jangan bikin solusi tanpa tahu problem sebenarnya. Founder hebat paham pain point di lapangan.

2. Ambil Keputusan Berdasarkan:
a. Data: Baik qualitatif maupun kuantitatif, biar keputusanmu berdasar.
b. Gut Feel: Keyakinan kuat terhadap solusi yang tepat untuk problem tersebut.

Untuk Para Founder yang Punya Privilege:

STOP doing seenak perut elu. Keputusan yang kamu buat bukan cuma berdampak ke bisnis, tapi juga ke hidup banyak orang di dalamnya.
Setiap keputusanmu menentukan nasib perusahaan, dan di perusahaan itu ada orang-orang yang menggantungkan hidupnya untuk keluarganya.

Privilege itu bukan alasan untuk asal-asalan. Justru, itu tanggung jawab besar yang harus dipikul dengan serius.

Bagaimana menurut kalian? Pernah juga merasa jadi “korban startup mainan orang kaya”? Share pengalaman kalian di komentar! 👇

💡 PS:
👉 Subscribe newsletter saya untuk insight lebih dalam soal tech & startup: https://lnkd.in/gn38Y6UU

👉 Gabung komunitas kami untuk saling berbagi dan mendukung: https://lnkd.in/gCXHMPGf

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Membangun Startup

← Semua tulisan