Berbincang dengan Founder Hebat: Belajar dari BuildWithAngga
Minggu ini, saya berkesempatan ngobrol dengan Angga Setiawan , founder BuildWithAngga (BWA). Sebuah platform yang luar biasa terkenal, terutama di kalangan anak-anak tech. Hayoo, siapa yang belum tahu karya anak bangsa tulen ini? Yang lebih luar biasa lagi, BWA dibangun dengan bootstrap sejati, tanpa sentuhan investor. Inspiratif, kan?
Percakapan kami membahas banyak hal:
- Dunia startup di Indonesia.
- Tantangan di industri pendidikan.
- Dan refleksi tentang betapa seringnya kita terlalu naif, mencoba memecahkan semua masalah tanpa sadar bahwa tangan kita hanya dua++ (jika ada co-founder).
Profit First: Pelajaran Penting dari BWA
Mas Angga berbagi mindset yang jadi fondasi BWA: profit first.
Referensinya? Buku Profit First: Transform Your Business from a Cash-Eating Monster to a Money-Making Machine.
BWA adalah contoh nyata bagaimana bisnis bisa bertahan dan berkembang tanpa bakar-bakar uang. Bandingkan dengan Zenius, yang sayangnya harus menutup layanan mereka awal 2024.
Apa pelajarannya?
-
Fokus pada profit Kita sering terjebak ingin mengambil semua segmen, semua pasar. Tapi ongkos edukasi, subsidi, dan promosi yang terlalu besar bisa jadi bumerang.
-
Bootstrap vs. Investment Keduanya punya kelebihan dan kekurangan. Tapi apapun jalannya, growth tanpa sustainability itu jalan menuju kehancuran.
Kolaborasi untuk Anak Tech Indonesia
Saya dan Mas Angga Setiawan dan Abi Dwiaji Wicahyo (cofounder sayakerja.id) sepakat untuk mulai eksplorasi kolaborasi memajukan kemampuan teknis dan softskill anak-anak tech Indonesia. Kalau ada usulan dari teman-teman, boleh banget share di kolom komentar ya!
🛠️ Explore My Services
Ingin belajar lebih banyak soal membangun karier dan bisnis yang profitable dan sustainable?
👉 https://lnkd.in/gwVDP9rE





