Pagi itu saya naik taksi Vietnam. Dan saya terdiam cukup lama.
Beberapa hari lalu saya ada urusan di Jakarta.
Seorang teman menyarankan, “Coba naik Xanh, itu taksi listrik dari Vietnam. Serius bagus.”
Saya penasaran. Download aplikasinya. Pesan.
Interface-nya sederhana, nggak neko-neko, dan on point — fungsi dasar seperti pesan, bayar, tracking: semua cukup.
Begitu mobilnya datang…
Mobil warna hijau cyan. Gagah. Tenang. Luas.
Saya duduk dan... langsung terasa:
- Mobil listrik
- Nyaman
- Lapang
- Dan yang paling saya suka: senyap.
Saya iseng tanya ke sopirnya:
“Ini mobil buatan mana, Pak?”
Dengan bangga dijawab,
“VinFast, Vietnam. Ini VF e34.”
Saya diam.
Vietnam.
Mobil listrik.
Dipakai buat armada taksi.
Sudah ada aplikasinya.
Dan saya langsung bisa menikmatinya… di Jakarta.
Setelah urusan selesai, saya sengaja pesan Bluebird, taksi kebanggaan Indonesia.
Pengalaman dari sisi aplikasi? Sudah bagus, smooth.
Armada yang datang? Mobil keluaran terbaru juga.
Interior? Bersih dan nyaman. Pelayanan driver? Mantap, seperti biasa.
Tapi saat saya duduk, saya membandingkan.
Berisiknya terdengar. Ukurannya terasa lebih sempit.
Dan saya mulai bertanya dalam hati…
Kenapa Vietnam bisa punya armada taksi listrik nasional sendiri?
Kenapa kita belum?
Kenapa belum ada orang superkaya di negara ini yang bilang,
“Saya mau bikin kendaraan nasional modern dan ramah lingkungan”?
Pasar mobil kita besar. Infrastruktur berkembang.
Startup ride-hailing pernah kita banggakan.
Tapi kendaraan listrik nasional?
Masih angan. Masih janji. Masih kosong.
Kita pernah dengar mobil Timor, Esemka, bahkan “Putra Petir”.
Tapi apa kabar sekarang?
Kalau Vietnam bisa, kita juga pasti bisa.
Tapi… mau gak?
Berani gak?
Serius gak?
Saya nulis ini bukan karena iri. Tapi karena prihatin.
Semoga tulisan ini sampai ke mereka yang sedang duduk di posisi bisa.
Atau ke kamu, yang sedang mau.
Yuk, kalau kamu juga punya keresahan atau ide serupa, kita ngobrol di komunitas Tech Voice Indonesia.
Kita butuh ruang seperti ini. Untuk saling nyambung. Untuk sama-sama berpikir besar.
🟡 Join Tech Voice Indonesia → https://lnkd.in/gR4hdQhf





