Masuk

Membangun Startup2 menit baca

Seminggu terakhir linimasa tech Indonesia terasa muram.

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Seminggu terakhir linimasa tech Indonesia terasa muram.

Seminggu terakhir linimasa tech Indonesia terasa muram.

Harga saham yang terus tertekan.
Investor yang mulai mempertanyakan arah.
Diskusi tentang runtuhnya optimisme terhadap ekosistem startup Indonesia.

Awalnya saya mengira ini hanya obrolan media teknologi dan pelaku startup saja.

Sampai kemudian saya membaca satu postingan dari Richard Branson.

Sosok yang bukan hanya membangun Virgin Group, tetapi juga salah satu figur yang selama puluhan tahun menjadi referensi investor dan entrepreneur global.

Beliau menulis:

"Nadiem Makarim is one of Indonesia's most successful entrepreneurs, who traded his business career for a position in government to become a champion of education reform. He should be celebrated for what he achieved, not prosecuted on trumped-up charges that seem politically motivated."

Saya berhenti sejenak.

Karena terlepas dari posisi politik, suka atau tidak suka, setuju atau tidak setuju, ada satu hal yang menurut saya perlu kita renungkan sebagai bangsa.

Dari mata seorang entrepreneur global, yang mereka lihat bukan sekadar seorang mantan menteri.

Yang mereka lihat adalah seorang anak muda Indonesia yang berani bermimpi besar.

Membangun perusahaan yang mengubah perilaku jutaan orang.

Menciptakan lapangan kerja bagi jutaan mitra.

Menghidupkan jutaan UMKM.

Membawa nama Indonesia menjadi salah satu cerita sukses teknologi yang diperhatikan dunia.

Dan ketika dunia melihat itu sebagai sesuatu yang patut diapresiasi, sementara kita sibuk saling menjatuhkan, saya bertanya-tanya:

Pesan apa yang sebenarnya sedang kita kirim kepada generasi berikutnya?

Kepada anak-anak muda yang hari ini sedang membangun startup dari kost2an mereka.

Kepada engineer yang sedang begadang membuat produk.

Kepada founder yang sedang berjuang mencari pelanggan pertama.

Kepada mereka yang punya mimpi membuat sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri.

Apakah mereka akan melihat Indonesia sebagai tempat yang mendorong keberanian untuk membangun?

Atau justru tempat yang membuat orang berpikir dua kali sebelum bermimpi terlalu besar?

Saya tidak tahu jawabannya.

Tapi saya tahu satu hal.

Bangsa yang besar bukan hanya mampu melahirkan inovator.
Bangsa yang besar juga mampu menghargai mereka.

Karena kalau setiap orang yang berani bermimpi besar akhirnya menjadi contoh yang menakutkan, maka yang hilang bukan satu orang.

Yang hilang adalah keberanian generasi berikutnya untuk mencoba.
Dan itu jauh lebih mahal daripada valuasi perusahaan mana pun.

Semoga kita tidak sedang mengubur mimpi anak-anak bangsa kita sendiri.

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Membangun Startup

Ketika IT Masih Merasa “Cukup”, Pengguna Sudah Pergi Duluan.
Membangun Startup

7 Jan2 mnt

Ketika IT Masih Merasa “Cukup”, Pengguna Sudah Pergi Duluan.

Ketika IT Masih Merasa “Cukup”, Pengguna Sudah Pergi Duluan. Saya ambil contoh yang sangat sederhana. Aplikasi yang hampir setiap minggu saya buka: myXL. Saya coba simple experiment. Dari buka aplikasi sampai siap…

Ketika Direksi BUMN Dipenjara Bukan Karena Korupsi — Tapi Karena Keputusan Bisnis
Membangun Startup

30 Nov2 mnt

Ketika Direksi BUMN Dipenjara Bukan Karena Korupsi — Tapi Karena Keputusan Bisnis

Ketika Direksi BUMN Dipenjara Bukan Karena Korupsi — Tapi Karena Keputusan Bisnis Kasus akuisisi PT JN oleh PT ASDP minggu lalu jadi drama nasional. Bukan karena nilainya kecil, bukan juga karena pelakunya tak dikenal…

efishery fraud
Membangun Startup

21 Jan2 mnt

Skandal eFishery dan Krisis Integritas Founder

Skandal eFishery: Manipulasi Terstruktur, Penggelapan Dana, dan Pukulan Telak bagi Ekosistem Startup Ini adalah kesekian kali saya nulis tentang eFishery, dan kali ini saya benar-benar merasa terpukul. Laporan terbaru…

Nah... udah saya bilang kan dari tahun lalu.
Membangun Startup

2 Jul2 mnt

Nah... udah saya bilang kan dari tahun lalu.

Nah... udah saya bilang kan dari tahun lalu. Waktu TikTok mengakuisisi 75% Tokopedia di akhir 2023, saya sudah bilang: cepat atau lambat akan sampai ke fase ini. Dan akhirnya terjadi. TikTok PHK orang2 tokopedia di…

Rp550 Miliar untuk Aplikasi. Saya Bisa Bangun 10 Startup dengan Itu.
Membangun Startup

22 Apr2 mnt

Rp550 Miliar untuk Aplikasi. Saya Bisa Bangun 10 Startup dengan Itu.

Rp550 Miliar untuk Aplikasi. Saya Bisa Bangun 10 Startup dengan Itu. Saya sudah 20+ tahun di industri ini. Saya pernah build sistem dari nol, pernah jadi CTO, pernah ngobrol langsung dengan vendor-vendor terbaik yang…

← Semua tulisan