Masuk

Membangun Startup2 menit baca

Ketika IT Masih Merasa “Cukup”, Pengguna Sudah Pergi Duluan.

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Ketika IT Masih Merasa “Cukup”, Pengguna Sudah Pergi Duluan.

Ketika IT Masih Merasa “Cukup”, Pengguna Sudah Pergi Duluan.

Saya ambil contoh yang sangat sederhana.
Aplikasi yang hampir setiap minggu saya buka: myXL.

Saya coba simple experiment.
Dari buka aplikasi sampai siap dipakai.

13 detik.

Sebagai pembanding:

  • Tokopedia: ±4 detik
  • Instagram / TikTok: <2 detik

Hampir 3x bahkan 5x lebih lambat.

Buat orang awam yang tiap hari pakai sosmed?
Ini sudah kelewat lama.

Dan pelan-pelan, tanpa kita sadari, aplikasinya ditinggalkan.

Saya jadi ingat satu cerita klasik soal Steve Jobs.

Saat Mac pertama kali didemo, waktu booting-nya sudah dianggap cepat.
Tapi Jobs tidak puas.
Dia tantang engineer-nya:

“Kalau kita bisa menghemat 10 detik setiap kali orang menyalakan Mac,
dan ada 5 juta pengguna,
itu berarti 50 juta detik kehidupan manusia dihemat setiap hari.”

Buat Jobs, ini bukan soal teknis.
Ini soal mindset.

Dan mindset itu terbukti.
Sampai hari ini, hampir semua produk Apple harus boot dalam hitungan detik.


Balik ke aplikasi telco seperti myXL.

Masalahnya bukan karena engineer-nya tidak pintar.
Bukan karena teknologinya tidak ada.

Masalahnya lebih mendasar:
aplikasi ini lahir dari mindset IT as support, bukan IT as product.

  • Fokus ke fungsi internal
  • Governance kuat
  • Experience pengguna nomor sekian

Agile? Dipakai.
Scrum? Jalan.
Stand-up meeting? Ada.

Tapi sering kali:
ritualnya jalan, spirit-nya nggak.

Dan hasil akhirnya bisa kita rasakan sendiri.

Hari ini, standar pengguna sudah dibentuk oleh:
Instagram.
TikTok.
Marketplace.

Kalau aplikasi publik masih butuh 10–15 detik hanya untuk “siap dipakai”, itu bukan masalah teknis lagi.
Itu masalah cara berpikir.

Kalau korporasi dan institusi besar tidak serius memindahkan IT
dari sekadar support menjadi product,
maka gap ini akan makin lebar—apalagi dengan Gen Z yang makin dominan.

Kalau mau ngobrol lebih dalam soal ini:

🟡 Atau join Tech Voice Indonesia
Tempat ngobrol praktis soal tech, product, dan mindset transformasi yang beneran kejadian

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Membangun Startup

startup bakar duit
Membangun Startup

14 Jan2 mnt

Stop Bakar Duit, Profit First untuk Startup

Scale Scale-an, Nyungsep Bareng-Bareng: STOP Bakar Duit, Mulai Profit First! 💡 "Pernah dengar cerita founder yang selalu ngomong, 'Ini bisnis harus scale!' sambil bakar duit sampai habis-habisan, akhirnya bisnisnya…

Membangun Jovee: Aplikasi hingga Gudang 3 Bulan
Membangun Startup

14 Mei2 mnt

Membangun Jovee: Aplikasi hingga Gudang 3 Bulan

Niatnya Bikin Orang Tetap Fit dan Sehat. Yang Saya Bangun? Aplikasi, Gudang, dan Produk Fisik Sekaligus. Jovee lahir dari kegelisahan kami soal gaya hidup sehat. Kami ingin bantu orang supaya tetap fit dalam jangka…

Saya pernah masuk ke sebuah toko yang banyak jual produk impor.
Membangun Startup

5 Mei2 mnt

Saya pernah masuk ke sebuah toko yang banyak jual produk impor.

Saya pernah masuk ke sebuah toko yang banyak jual produk impor. Di satu sudutnya, ada rak kecil bertuliskan: “Non-Halal Products.” Saya langsung ngerti. Tidak perlu cek satu-satu. Tidak perlu cari logo halal kecil di…

Sekitar 5 tahun lalu saya pernah ngobrol dengan seorang teman soal fenomena bisnis cafe.
Membangun Startup

23 Jul2 mnt

Sekitar 5 tahun lalu saya pernah ngobrol dengan seorang teman soal fenomena bisnis cafe.

Sekitar 5 tahun lalu saya pernah ngobrol dengan seorang teman soal fenomena bisnis cafe. Waktu itu kita lagi bahas... Kok cafe makin lama makin banyak ya? Bukan cuma di Jakarta atau kota besar. Di kota-kota kecil pun…

Kelapa Sawit, Banjir Bandang, dan Ingatan yang Jangan Cepat Hilang
Membangun Startup

17 Des2 mnt

Kelapa Sawit, Banjir Bandang, dan Ingatan yang Jangan Cepat Hilang

Kelapa Sawit, Banjir Bandang, dan Ingatan yang Jangan Cepat Hilang Beberapa minggu lalu, Sumatera luluh lantak. Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat—banjir bandang, longsor, desa hilang, ribuan nyawa melayang. Lalu saya…

← Semua tulisan