eFishery dan Seni Memoles Data Demi Investasi — Founder Style!
Akhirnya, sang founder Gibran Huzaifah muncul juga ke permukaan.
Dalam wawancaranya oleh jurnalis Bloomberg, ia mengklarifikasi soal praktik markup data yang terjadi di eFishery.
Alasannya?
“Demi bertahan hidup, semua founder pasti pernah manipulasi angka.”
“Itu hal biasa.”
“Itu bukan fraud, itu growth hacking.”
Saya baca ini pelan-pelan, dan jujur… nggak bisa diterima.
Kalau data mitra pembudidaya ikan dari 24 ribu digelembungkan jadi 400 ribu,
lalu pendapatan naik 20–25x lipat dari yang sebenarnya (hingga tembus $600 juta atau hampir 10 triliun rupiah),
itu bukan “growth hacking”, itu penipuan publik.
Bisa saja framing-nya pakai istilah keren "GROWTH HACKING",
tapi dampaknya menghancurkan ekosistem startup dan kepercayaan investor.
Dan ini bukan pertama.
Sudah terlalu banyak startup yang akhirnya ketahuan “mengakali laporan” — demi jaga valuasi, demi dapat suntikan dana, demi lanjut babak berikutnya.
Tapi semua itu akhirnya bikin dunia startup jadi hancur perlahan.
Kita pernah bangga dengan era unicorn,
sekarang kita lihat satu per satu tumbang karena keserakahan dan kebohongan yang dibungkus jargon-jargon keren.
Kalau kamu founder atau pelaku tech, yuk kita mulai bangun lagi budaya yang sehat, demi inovasi yang jadi solusi nyata.
📍 Join komunitas Tech Voice Indonesia — tempat ngobrol yang waras, gak ada pencitraan, gak ada tipu-tipu.
→ https://lnkd.in/gR4hdQhf





