Data Kita Dirampok Lagi: Ga Ada Kapoknya!
Capek rasanya kalau dengar berita begini terus. Proyek data nasional di negara ini nggak pernah lepas dari bancakan, proyekan, dan korupsi.
Kita semua pasti ingat skandal korupsi e-KTP yang nilainya hampir 2,3 triliun rupiah. Itu terjadi 15 tahun lalu. Harusnya jadi pelajaran besar. Tapi ternyata? NGGAK ADA KAPOKNYA!
Baru-baru ini, skandal data nasional kembali terjadi. Proyek layanan cloud nasional yang digarap oleh Kominfo, Telkom, dan Lintasarta diduga bocor ratusan miliar rupiah. Ironisnya, proyek ini justru dirancang untuk membangun sistem data yang aman dan terintegrasi untuk administrasi nasional.
Trigger kasus ini terjadi saat serangan ransomware Brain Chiper menyerang Pusat Data Nasional 2, yang mengakibatkan sistem lumpuh dan data warga negara Indonesia bocor.
Bayangkan, proyek yang nilainya hampir 1 triliun rupiah ini malah jadi ajang korupsi lagi. Bukannya jadi fondasi digitalisasi yang solid, malah jadi lubang bancakan yang bikin negara ini makin kacau.
Kenapa bisa begini terus? Karena mental picik yang selalu memandang proyek digitalisasi sebagai lahan empuk untuk dijadikan bancakan. Gak ada keinginan serius untuk beneran bikin sistem yang Indonesia banget, yang aman, scalable, dan berfungsi sebagaimana mestinya.
Sampai kapan begini terus?
Udah bukan zamannya kita cuma bisa ngeluh. Harus ada pergerakan nyata:
- Jangan lelah bersuara. Jangan biarkan kasus ini lewat begitu saja.
- Anak tech, jangan diam. Kita harus berani speak up soal best practice digitalisasi yang benar.
- Bangun komunitas yang kuat. Kita nggak bisa biarkan birokrasi yang kotor terus-terusan main proyek digitalisasi ini.
✅ Ngobrol langsung dengan saya kalau kamu bingung mulai dari mana: https://lnkd.in/gwVDP9rE
✅ Gabung ke Tech Voice Indonesia untuk diskusi bareng anak-anak tech lainnya yang siap menghadapi perubahan: https://lnkd.in/gFEj9y42
✅ Daftar Webinar: Praktek Langsung AI Tools untuk Anak Tech – Langsung praktek biar bisa adaptasi lebih cepat: https://lnkd.in/grEVDAfP





