Masuk

Digitalisasi Kesehatan2 menit baca

Kita Sudah Masuk Fase Darurat Gula.

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Kita Sudah Masuk Fase Darurat Gula.

Kita Sudah Masuk Fase Darurat Gula.
Dan ini bukan opini.
Ini realita yang pelan-pelan jadi normal.

Beberapa waktu lalu saya sempat bahas fenomena kopi kekinian.
Minuman yang isinya bukan lagi kopi—
tapi gula dengan sedikit kopi.

Dan yang konsumsi?
Anak-anak muda.
Setiap hari. Bahkan bisa lebih dari sekali.

Kalau dibiarkan, ini bukan cuma masalah gaya hidup.
Ini akan jadi masalah kesehatan nasional.
Diabetes, jantung, stroke
dan ujungnya, beban biaya kesehatan yang akan meledak dalam 5–10 tahun ke depan.

Karena itu saya sempat berpikir:
harus ada intervensi.
Bukan melarang.
Tapi minimal memberi “warning” yang jelas ke masyarakat.

Dan akhirnya itu mulai terjadi.
Pemerintah lewat Kemenkes & BPOM mulai menerapkan Nutri-Level.
Sistem sederhana yang menilai makanan dan minuman berdasarkan:
GGLGula, Garam, Lemak.

Yang menarik, ini bukan cuma untuk produk kemasan.
Tapi juga akan masuk ke:
kafe, restoran, dan makanan siap saji.
Artinya, apa yang kita pesan di luar—
akan mulai lebih transparan.

Kenapa ini penting?
Karena selama ini, kita makan dan minum tanpa benar-benar tahu isinya.
Dan jujur saja:
kebanyakan “tidak sehat”.

Nutri-Level ini sederhana:
Level A (hijau) → aman
Level D (merah) → harus dibatasi

Ini bukan soal melarang orang menikmati makanan.
Tapi memberi informasi yang jelas:
apa yang kita konsumsi setiap hari.

Apresiasi untuk pemerintah.
Ini langkah kecil, tapi dampaknya bisa sangat besar kalau konsisten dijalankan.

Tantangannya sekarang:
seberapa cepat industri makanan dan minuman bisa beradaptasi.
Dan seberapa sadar kita sebagai konsumen untuk mulai peduli.

Karena pada akhirnya,
kesehatan itu bukan hanya urusan rumah sakit.
Tapi dimulai dari apa yang kita konsumsi setiap hari.


🟠 Kalau kamu ada di ekosistem healthcare, food & beverage, atau lagi membangun sesuatu di area ini—banyak hal menarik yang bisa kita diskusikan, mulai dari sisi teknologi, workflow, sampai problem nyata di lapangan.
Bisa lanjut ngobrol lewat DM atau di sini:

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Digitalisasi Kesehatan

Dari “PeduliLindungi” ke “SatuSehat”: Saatnya Digitalisasi Kesehatan Punya Nahkoda yang…
Digitalisasi Kesehatan

8 Nov2 mnt

Dari “PeduliLindungi” ke “SatuSehat”: Saatnya Digitalisasi Kesehatan Punya Nahkoda yang…

Dari “PeduliLindungi” ke “SatuSehat”: Saatnya Digitalisasi Kesehatan Punya Nahkoda yang Tepat. Coba kita tarik mundur 4–5 tahun lalu, saat dunia seakan berhenti berputar karena COVID-19. Di masa itu, kesehatan publik…

Ekosistem Inovasi Kesehatan Gagal, Mulai dari Mana
Digitalisasi Kesehatan

15 Jun2 mnt

Ekosistem Inovasi Kesehatan Gagal, Mulai dari Mana

80 Tahun Gagal Bangun Ekosistem Kesehatan? Ya Salah Menteri. Iya. Ini semua salah Pak Menteri Kesehatan. Beliau yang harusnya: Sinkronkan seluruh Dinas Kesehatan di daerah Samakan visi BPJS, asuransi swasta, dan rumah…

Kenapa Banyak Pasien Indonesia Pilih Penang
Digitalisasi Kesehatan

21 Mei2 mnt

Kenapa Banyak Pasien Indonesia Pilih Penang

Kalau mau berobat yang manusiawi, mending ke Penang aja. Pernah dengar kalimat ini? Saya sudah dengar berkali-kali. Dari orang tua. Teman. Bahkan dari orang dalam industri kesehatan itu sendiri. Dan itu bukan cuma soal…

Margin Apotek Terlihat Besar, Tapi Banyak Boncos
Digitalisasi Kesehatan

14 Agu2 mnt

Margin Apotek Terlihat Besar, Tapi Banyak Boncos

Apotek: Bisnis yang Katanya Menggiurkan, Nyatanya Banyak yang Boncos Dulu, saya pernah tergiur buka apotek. Dari luar, kelihatannya ini bisnis “cuan” gila-gilaan. Margin antara HNA (Harga Nett Apotek) dan HET (Harga…

BPJS Kesehatan: Saatnya Ganti Haluan, Bukan Sekadar Ganti Kalender.
Digitalisasi Kesehatan

6 Nov2 mnt

BPJS Kesehatan: Saatnya Ganti Haluan, Bukan Sekadar Ganti Kalender.

BPJS Kesehatan: Saatnya Ganti Haluan, Bukan Sekadar Ganti Kalender. Lagi dan lagi, BPJS Kesehatan kembali jadi sorotan. Setelah ramai soal pemutihan iuran senilai Rp20 triliun, publik akhirnya tahu — ini bukan sekadar…

← Semua tulisan