JANGAN AMBIL JURUSAN IT.
Kalimat ini mungkin terdengar berlebihan.
Tapi setelah lebih dari 3 tahun tech winter, jujur saja—ini bukan lagi perasaan, tapi data.
Selama beberapa tahun terakhir, kita melihat gelombang PHK di tech company datang bertubi-tubi. Hampir setiap bulan ada berita baru. Secara rasa (qualitative), penurunan demand sudah sangat terasa.
Dan sekarang, datanya keluar.
Grafik dari LinkedIn menunjukkan bahwa demand untuk software engineer—baik entry-level maupun experienced—turun dan akhirnya bertemu di titik yang sama. Artinya bukan cuma junior yang susah masuk, senior pun tidak lagi “aman”.
Ini bukan lagi sekadar winter.
Ini sudah mulai terlihat seperti sunset.
Karena itu, dengan terpaksa saya bilang ke bapak-ibu yang hari ini sedang memikirkan masa depan anaknya:
berpikir dua kali sebelum memilih jurusan IT.
Bukan karena IT tidak penting.
Tapi karena persaingannya akan menjadi tidak sehat:
- supply terlalu banyak
- demand menurun
- dan global competition makin brutal
Buat yang sudah terlanjur sekolah IT atau akan segera lulus:
bukan waktunya panik, tapi siap-siap kerja ekstra keras.
Tidak cukup hanya “bisa ngoding”.
Tidak cukup hanya punya gelar.
Dan buat teman-teman yang sudah bekerja sebagai profesional tech:
bertahanlah, tapi jangan merasa aman.
Mulai cari second skill non-IT—bisnis, domain knowledge, komunikasi, atau apa pun yang bikin kamu relevan di luar teknis.
Apakah ini berarti IT akan mati?
Tidak.
Tapi era:
“masuk IT = masa depan aman”
sudah berakhir.
Suka atau tidak suka, ini realita yang perlu kita hadapi bersama.
Lebih baik sadar sekarang, daripada kaget belakangan.
💬 Menurut kalian gimana?
Apakah IT memang mulai sunset,
atau justru sedang naik level dan meninggalkan banyak orang?
Diskusi terbuka.





