Masuk

Membangun Startup2 menit baca

JANGAN AMBIL JURUSAN IT.

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
JANGAN AMBIL JURUSAN IT.

JANGAN AMBIL JURUSAN IT.

Kalimat ini mungkin terdengar berlebihan.
Tapi setelah lebih dari 3 tahun tech winter, jujur saja—ini bukan lagi perasaan, tapi data.

Selama beberapa tahun terakhir, kita melihat gelombang PHK di tech company datang bertubi-tubi. Hampir setiap bulan ada berita baru. Secara rasa (qualitative), penurunan demand sudah sangat terasa.

Dan sekarang, datanya keluar.

Grafik dari LinkedIn menunjukkan bahwa demand untuk software engineer—baik entry-level maupun experienced—turun dan akhirnya bertemu di titik yang sama. Artinya bukan cuma junior yang susah masuk, senior pun tidak lagi “aman”.

Ini bukan lagi sekadar winter.
Ini sudah mulai terlihat seperti sunset.

Karena itu, dengan terpaksa saya bilang ke bapak-ibu yang hari ini sedang memikirkan masa depan anaknya:
berpikir dua kali sebelum memilih jurusan IT.

Bukan karena IT tidak penting.
Tapi karena persaingannya akan menjadi tidak sehat:

  • supply terlalu banyak
  • demand menurun
  • dan global competition makin brutal

Buat yang sudah terlanjur sekolah IT atau akan segera lulus:
bukan waktunya panik, tapi siap-siap kerja ekstra keras.
Tidak cukup hanya “bisa ngoding”.
Tidak cukup hanya punya gelar.

Dan buat teman-teman yang sudah bekerja sebagai profesional tech:
bertahanlah, tapi jangan merasa aman.
Mulai cari second skill non-IT—bisnis, domain knowledge, komunikasi, atau apa pun yang bikin kamu relevan di luar teknis.

Apakah ini berarti IT akan mati?
Tidak.

Tapi era:
“masuk IT = masa depan aman”
sudah berakhir.

Suka atau tidak suka, ini realita yang perlu kita hadapi bersama.
Lebih baik sadar sekarang, daripada kaget belakangan.

💬 Menurut kalian gimana?
Apakah IT memang mulai sunset,
atau justru sedang naik level dan meninggalkan banyak orang?

Diskusi terbuka.

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Membangun Startup

Rp550 Miliar untuk Aplikasi. Saya Bisa Bangun 10 Startup dengan Itu.
Membangun Startup

22 Apr2 mnt

Rp550 Miliar untuk Aplikasi. Saya Bisa Bangun 10 Startup dengan Itu.

Rp550 Miliar untuk Aplikasi. Saya Bisa Bangun 10 Startup dengan Itu. Saya sudah 20+ tahun di industri ini. Saya pernah build sistem dari nol, pernah jadi CTO, pernah ngobrol langsung dengan vendor-vendor terbaik yang…

startup bakar duit
Membangun Startup

14 Jan2 mnt

Stop Bakar Duit, Profit First untuk Startup

Scale Scale-an, Nyungsep Bareng-Bareng: STOP Bakar Duit, Mulai Profit First! 💡 "Pernah dengar cerita founder yang selalu ngomong, 'Ini bisnis harus scale!' sambil bakar duit sampai habis-habisan, akhirnya bisnisnya…

Server Cost Naik Karena Data Governance Lemah
Membangun Startup

22 Agu2 mnt

Server Cost Naik Karena Data Governance Lemah

Server Cost Naik → Data Governance Buruk Beberapa tahun lalu, saya pernah bikin sistem teknologi yang terus dipakai sampai bertahun-tahun. Semakin lama jalan, semakin kerasa satu hal: 👉 server cost makin naik. Bukan…

Kalau kamu adalah engineer terbaik di Indonesia, mengorbankan karier global untuk bantu…
Membangun Startup

23 Apr2 mnt

Kalau kamu adalah engineer terbaik di Indonesia, mengorbankan karier global untuk bantu…

Kalau kamu adalah engineer terbaik di Indonesia, mengorbankan karier global untuk bantu digitalisasi pendidikan negeri sendiri, dan terbukti tidak menerima sepeser pun dari proyek yang bermasalah — Apa yang kamu dapat?…

Fore Coffee: Jalan Sunyi Menuju IPO dan Profit
Membangun Startup

20 Apr2 mnt

Fore Coffee: Jalan Sunyi Menuju IPO dan Profit

Fore Coffee: Bukan Cuma Ngopi, Ini Cerita Menuju IPO Mungkin kalian pernah lewat outlet Fore Coffee di Jakarta, atau salah satu dari 150+ outlet lainnya di Indonesia. Tapi sedikit yang tahu, brand ini diam-diam…

← Semua tulisan