Fore Coffee: Bukan Cuma Ngopi, Ini Cerita Menuju IPO
Mungkin kalian pernah lewat outlet Fore Coffee di Jakarta, atau salah satu dari 150+ outlet lainnya di Indonesia. Tapi sedikit yang tahu, brand ini diam-diam melangkah jauh…
Fore resmi IPO di Bursa Efek Indonesia pada 14 April 2025
Dan yang lebih menarik?
Fore Coffee itu PROFIT
Yuk kita intip sedikit perjalanannya:
- Didirikan tahun 2018 oleh Robin Boey dan beberapa co-founder lainnya.
- Fokus awal: kopi berkualitas + tech-driven (pesan lewat app, loyalty, data-driven campaign).
- Tahun 2019: dapat suntikan dana Series A sebesar $9,5 juta (sekitar Rp130 miliar).
- Pendanaan total hingga sebelum IPO diperkirakan tembus Rp800 miliar – Rp1 triliun.
- Tahun 2024: berhasil mencetak net profit Rp 42 miliar (on sept2024)– langkah besar sebelum melantai di bursa.
Yang bikin salut dari Fore
- Tidak banyak gimmick. Fokus ke efisiensi dan pertumbuhan berkelanjutan.
- Tidak terlihat gaya bakar duit ala startup lain.
- Tidak mengandalkan utang besar atau strategi “jebakan diskon.”
- Jalan sunyi tapi berujung IPO — mimpi semua founder.
Di tengah era banyak startup yang tumbang, Fore justru berhasil tampil beda:
Fokus, profit, IPO.
Ini bukan cuma kisah tentang kopi, tapi tentang keberanian memilih jalan yang lebih sehat untuk bisnis jangka panjang.
Kalau kamu pelaku usaha, UMKM, atau tech founder, mungkin ini bisa jadi inspirasi.
Dan kalau kamu anak tech, pebisnis, atau tech-savvy founder yang ingin ngobrol bareng orang-orang yang juga mikirin growth tanpa drama, **gabung komunitas kami di Tech Voice Indonesia**.
👉 https://lnkd.in/gR4hdQhf





