Masuk

Membangun Startup2 menit baca

Server Cost Naik Karena Data Governance Lemah

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Server Cost Naik Karena Data Governance Lemah

Server Cost Naik → Data Governance Buruk

Beberapa tahun lalu, saya pernah bikin sistem teknologi yang terus dipakai sampai bertahun-tahun.
Semakin lama jalan, semakin kerasa satu hal:
👉 server cost makin naik.

Bukan cuma CPU atau bandwidth.
Yang paling terasa justru storage cost.
Apalagi kalau kita ikuti best practice: backup berlapis, high availability, zero downtime.
Semua itu ujung-ujungnya berbanding lurus dengan tagihan server.

Dan ternyata bukan saya saja yang ngalamin.
Contoh: GOTO dalam laporan keuangan mereka (karena sudah Tbk) mencatat, di akhir 2024 komitmen cloud services setahun mencapai USD 67 juta alias hampir Rp 1 triliun.

IT = Cost-Centre?
Di banyak meja manajemen, IT selalu dilihat sebagai cost-centre.
Padahal kalau sistem digital jadi channel utama transaksi, harusnya mindset cost-centre itu keliru.

Analogi sederhana:
Kita rajin top up server tiap bulan…
Tapi jarang mikir:

  • Data apa yang kita simpan?
  • Berapa persen dipakai?
  • Berapa persen sebenarnya sampah?

Data Governance = Bukan Cuma Security

Banyak yang masih pikir data governance itu soal keamanan.
Padahal, governance juga soal efisiensi & value.

  • Efisiensi: data yang jelas lifecycle-nya bikin server cost lebih ringan.
  • Value: data yang dikelola baik bisa diputar jadi insight & bahkan revenue.

Beberapa perusahaan dan startup sudah mulai ke arah sini.
Mereka buka model revenue dari data utilization—bukan sekadar buang duit buat storage.

Dari Cost-Centre ke Revenue-Centre
Kalau data kita kelola dengan benar, mindset bisa berubah total:
dari IT yang dianggap beban, jadi IT yang menghasilkan nilai baru & revenue baru.

Kalau kamu CTO, CFO, atau decision maker yang sering sakit kepala lihat billing server bulanan—

  • mungkin bukan soal teknologinya.
  • tapi soal governance datanya.

Yuk ngobrol kalau mau diskusi lebih dalam.

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Komentar

Masuk untuk ikut berkomentar

Masuk

Tulisan lain soal Membangun Startup

← Semua tulisan