Masuk

Digitalisasi Kesehatan2 menit baca

Hasil Skrining: 30% Depresi, 10% Berat di RI

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Hasil Skrining: 30% Depresi, 10% Berat di RI

1 dari 5 Orang Indonesia Punya Masalah Mental

Angkanya bikin merinding: 1 dari 5 orang Indonesia punya masalah kesehatan mental.
Artinya? Bisa jadi teman, keluarga, bahkan kita sendiri termasuk di dalamnya.

Awalnya, saya juga sulit percaya.
Tapi pengalaman membuktikan.

Beberapa tahun lalu, ketika saya membangun health-tech, salah satu program unggulan yang kami launching adalah mental health screening.
Hasilnya mengejutkan:

  • Dalam 1 minggu, lebih dari 1.000 orang ikut tes (PHQ-9 untuk depresi, GAD-7 untuk kecemasan).
  • Hasilnya? Hampir 30% masuk kategori depresi ringansedang.
  • Dan 10% termasuk depresi berat.

Di situ saya baru “ngeh”: ternyata masalah ini nyata, besar, dan dekat sekali dengan kehidupan kita.

Hari ini, stigma soal mental health memang masih kuat. Tapi data tidak bisa bohong.
Kalau masalah ini diabaikan:

  • Individu makin rapuh,
  • Keluarga makin terbebani,
  • Dan perusahaan akhirnya kehilangan produktivitas karena karyawan yang struggling diam-diam.

Pesannya jelas:
Kesehatan mental bukan cuma isu personal, tapi juga isu corporate & nasional.
Sudah saatnya perusahaan peduli pada employee mental health, bukan hanya bicara soal KPI.

Kalau kamu mau tahu kondisi dirimu sendiri, jangan ragu:
👉 Tes PHQ-9 (depresi): https://lnkd.in/g286EcGR
👉 Tes GAD-7 (kecemasan): https://lnkd.in/gwVg25JH

Cuma 1 menit ngisinya—tapi harus jujur ya.

Program mental health yang pernah saya bangun memang tidak berlanjut.
Tapi buat siapapun—baik startup maupun perusahaan—yang ingin serius menggarap ini, saya terbuka untuk diskusi.
Kami masih punya semua instrumennya:
✅ Tes (PHQ-9, GAD-7)
✅ Dokter Jaringan Sp.KJ
✅ Jaringan apotek untuk obat-obatan yang tepat
✅ Partner psikolog untuk konseling

Kalau kamu tertarik membangun solusi nyata di bidang ini, lets talk.
Karena kalau 1 dari 5 orang Indonesia terdampak, ini bukan lagi isu kecil.

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Digitalisasi Kesehatan

Kenapa Banyak Pasien Indonesia Pilih Penang
Digitalisasi Kesehatan

21 Mei2 mnt

Kenapa Banyak Pasien Indonesia Pilih Penang

Kalau mau berobat yang manusiawi, mending ke Penang aja. Pernah dengar kalimat ini? Saya sudah dengar berkali-kali. Dari orang tua. Teman. Bahkan dari orang dalam industri kesehatan itu sendiri. Dan itu bukan cuma soal…

Update Dunia AI Awal 2026: Bukan Sekadar Lebih Pintar, Tapi....
Digitalisasi Kesehatan

19 Jan2 mnt

Update Dunia AI Awal 2026: Bukan Sekadar Lebih Pintar, Tapi....

Update Dunia AI Awal 2026: Bukan Sekadar Lebih Pintar, Tapi.... Masuk akhir 2025 sampai awal 2026, dunia AI bergerak cukup signifikan. Bukan lagi soal chatbot siapa paling jago jawab pertanyaan, tapi siapa yang paling…

Purbaya Effect dan Sorotan IT di BPJS Kesehatan
Digitalisasi Kesehatan

25 Okt2 mnt

Purbaya Effect dan Sorotan IT di BPJS Kesehatan

Purbaya Effect”: Ketika Chief Finance Kita Ngulik Divisi IT BPJS Kesehatan Belakangan ini istilah “Purbaya Effect” makin sering terdengar — karena setiap kali beliau bicara, selalu ada yang “bergetar”. Dari efisiensi…

Kenapa E-Resep Nasional Terus Mandek di Indonesia
Digitalisasi Kesehatan

8 Agu2 mnt

Kenapa E-Resep Nasional Terus Mandek di Indonesia

Resep Digital Harusnya Bisa Jadi Kunci. Tapi Kenapa Gak Pernah Jadi Nyata? Lebih dari satu dekade terakhir, rumah sakit di Indonesia sudah pakai sistem informasi sendiri-sendiri. Formatnya beda-beda, caranya beda-beda…

KFA: Akhirnya Ada Standar Kode Obat Nasional
Digitalisasi Kesehatan

19 Mei2 mnt

KFA: Akhirnya Ada Standar Kode Obat Nasional

Tau nggak sih, selama puluhan tahun kita… nggak punya standar kode obat nasional? Yes, benar. Obat-obatan di Indonesia selama ini pakai kode masing-masing. Perusahaan farmasi bikin kode sendiri Distributor bikin versi…

← Semua tulisan