Aplikasi Jadi.
Datanya? Gak Dipikirin.
Saya makin sering dengar cerita ini:
Vendor bangun sistem, UI/UX-nya oke, fitur jalan…
tapi pas ditanya:
“Data ini bisa dianalisis lintas sistem gak?”
Jawabannya: hmmm... belum kepikiran ke sana.
Padahal kalau kita bicara digitalisasi pemerintahan,
masih segar dalam ingatan:
ada 27.000 aplikasi pemerintah
yang dibangun tanpa master plan, tanpa interoperabilitas,
dan tentu saja — tanpa arah data.
Mulai dari project kecil ala mahasiswa,
sampai project triliun rupiah seperti CoreTax.
Semua terjebak pola yang sama:
- Fokus ke aplikasinya, bukan ekosistem datanya.
- Bangun sistem setengah matang, lalu ditinggal.
- Ganti pejabat, ganti vendor, ganti sistem lagi.
Kenapa bisa begini?
Dari cerita yang saya kumpulkan,
polanya selalu serupa:
1. Kualifikasi minimal. Pemerintah gak punya kapasitas jaga sistem → balik lagi ke vendor.
2. Rebutan proyek. Ada ide dari satu pejabat → langsung dikejar vendor → belum tentu masuk roadmap.
3. Kuat-kuatan backing. Di daerah, digitalisasi jadi arena politik lokal.
Dan vendor pun—bukan tanpa dosa:
Saya sempat ngobrol dengan beberapa yang aktif di proyek pemerintahan.
Mereka bilang sendiri:
“Kami terlalu lapar. Apa yang diminta, kami kerjakan. Gak mikirin kelangsungan sistem ke depan.”
Kombinasi ini bikin digitalisasi kita jalan di tempat.
Mau masuk ke level data, apalagi AI?
Ya terpaksa mulai dari nol. Lagi. Dan lagi.
Katanya kita punya SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik).
Tapi faktanya, sistem masih dibangun sendiri-sendiri.
Dan vendor pun makin semangat,
karena selalu ada “bau-bau duit” di proyek baru.
Pertanyaannya sekarang:
Apakah ada contoh sinergi pemerintah dan vendor yang benar-benar bagus?
Yang bikin sistemnya bukan cuma selesai,
tapi bernapas panjang dan bisa beradaptasi 3–5 tahun ke depan?
Kalau kamu pernah terlibat atau tahu yang seperti ini,
boleh dong share di komentar. Pengen belajar juga.
Atau kalau kamu vendor, policymaker, atau praktisi yang resah dengan kondisi ini,
yuk ngobrol.
Sistem digital bukan soal bikin aplikasi.
Tapi soal membangun masa depan.





