Dari Founder ke Business Owner: Mindset yang Harus Diubah untuk Bisa Bertahan
Beberapa hari lalu, seorang teman menghubungi saya.
Dia dan beberapa rekannya ingin membangun produk tech—startup ala-ala yang kita kenal selama satu dekade terakhir.
Setelah mendengar idenya, saya mulai bertanya:
"Bagaimana model bisnisnya? Siapa yang bayar? Kapan mulai menghasilkan profit?"
Jawabannya masih mirip dengan pola lama:
- Melihat problem → bikin solusi digital → bakar uang buat akuisisi user.
- Making money? Belakangan.
Sudah bukan masanya lagi. Model ini sudah game over.
Jadi, apa yang harus diubah?
1. Jangan bangun produk dulu, bangun bisnis dulu
- Tangkap marketnya dulu sebelum invest besar untuk membangun produk.
- Ikut dengan pemain yang sudah ada, atau buat komunitas sendiri untuk melihat peluang market.
- Fokus ke kebutuhan yang benar-benar menghasilkan revenue sejak awal.
2. Mulai dari yang kecil & bisa diputar dulu
- Tidak perlu mulai dengan skala besar.
- Pastikan ada cashflow yang cukup untuk sustain sebelum berpikir scaling.
- Modal itu penting, tapi jangan mencari modal sebelum bisnisnya jelas jalan dan profit.
3. Jangan hanya berpikir sebagai founder, tapi sebagai business owner
- Founder hanya fokus pada ide & produk.
- Business owner fokus pada bagaimana membuat bisnisnya bertahan dan berkembang.
- Mindset ini yang membedakan startup yang sekadar launching dengan yang benar-benar survive.
Tren startup sudah berubah
Mereka yang masih pakai pola lama akan semakin sulit bertahan.
Mereka yang bisa shift ke pola baru—fokus ke bisnis, bukan sekadar produk—akan menjadi pemenang di era ini.
🔸 Untuk tech enthusiast, startup builders, dan profesional digital: Join Tech Voice Indonesia, tempat diskusi dan networking untuk membangun ekosistem yang lebih sehat disini https://lnkd.in/gCXHMPGf
🔸 Untuk business owner, IT consulting, vendor, dan startup B2B: Join C-Corner di Tech Voice Indonesia, wadah kolaborasi dan peluang kerja sama bisnis disini https://lnkd.in/de68fyJR





