Masuk

AI & Produktivitas2 menit baca

To the moon."

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
To the moon

To the moon."

Masih ingat kalimat itu?

Beberapa bulan lalu sempat jadi headline optimisme pasar. Hari ini, yang terjadi justru sebaliknya. IHSG terperosok cukup dalam, investor asing keluar besar-besaran, rupiah melemah, dan kepercayaan pasar ikut terkoreksi.

Karena penasaran, saya mencoba melakukan deep research menggunakan Gemini. Lalu hasilnya saya debatkan lagi dengan Claude. Diskusinya lumayan panjang, sampai akhirnya saya tuangkan menjadi dua dokumen analisis :

  1. IHSG 2026 Market Crash Analysis

  2. IHSG_2026_Discussion_Analysis

Yang menarik, ternyata persoalannya bukan sekadar grafik saham turun.

Ada benang merah yang mulai terlihat.

Indonesia tampaknya sedang berada di fase transisi model ekonomi.

Dari model yang selama ini relatif friendly terhadap foreign capital, menuju model yang lebih state-centric dan resource-nationalist.

Kalau benar arahnya ke sana, maka yang sedang terjadi hari ini mungkin bukan sekadar market crash.

Melainkan biaya transisi.

Masalahnya, transisi seperti ini tidak murah.

Pasar tidak hanya melihat niat baik sebuah kebijakan. Pasar juga melihat timing, governance, transparansi, dan kemampuan eksekusi. Ketika kepercayaan terganggu, modal bisa keluar jauh lebih cepat daripada saat masuk.

Saya tidak sedang mengatakan arahnya benar atau salah.

Justru saya melihat ini sebagai bahan diskusi yang menarik.

Karena 10-20 tahun ke depan, pertarungan antarnegara mungkin bukan lagi sekadar soal sumber daya alam.

Tetapi soal siapa yang mampu membangun institusi yang dipercaya pasar, sekaligus tetap menjaga kepentingan nasionalnya.

Kalau menurut saya, inilah diskusi yang seharusnya lebih banyak kita lakukan.

Bukan sekadar, IHSG turun berapa persen hari ini.

Tetapi...

Indonesia sebenarnya sedang menuju ke mana?

Saya penasaran mendengar pendapat teman-teman.

Apakah ini memang fase transisi yang wajar, atau justru sinyal bahwa ada sesuatu yang perlu segera dibenahi?

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal AI & Produktivitas

Kembali ke Apple Academy UC Surabaya setelah hampir 6 tahun rasanya campur aduk.
AI & Produktivitas

13 Des2 mnt

Kembali ke Apple Academy UC Surabaya setelah hampir 6 tahun rasanya campur aduk.

Kembali ke Apple Academy UC Surabaya setelah hampir 6 tahun rasanya campur aduk. Terakhir ke sini 2019, ketemu batch pertama mereka. Sekarang 2025—tempatnya hampir sama, vibes-nya tetap modern, tapi energinya jauh lebih…

OpenAI dikabarkan sedang mempersiapkan IPO.
AI & Produktivitas

10 Jun2 mnt

OpenAI dikabarkan sedang mempersiapkan IPO.

OpenAI dikabarkan sedang mempersiapkan IPO. Menariknya, hampir semua perusahaan teknologi besar yang benar-benar mengubah cara hidup manusia punya pola yang mirip. Microsoft mengubah cara kita bekerja. Google mengubah…

Digitalisasi Tanpa Data Hidup: Museum Online
AI & Produktivitas

15 Okt2 mnt

Digitalisasi Tanpa Data Hidup: Museum Online

Digitalisasi Bukan Transformasi: Di Sini Datanya Mati Kita suka bangga bilang sudah go digital. Padahal yang terjadi seringkali hanya digital-digitalan. Ganti kertas jadi PDF, pindah formulir jadi website—lalu berhenti…

Survival Mode Itu Nyata. Tapi Diam Bukan Pilihan.
AI & Produktivitas

17 Feb2 mnt

Survival Mode Itu Nyata. Tapi Diam Bukan Pilihan.

Survival Mode Itu Nyata. Tapi Diam Bukan Pilihan. Minggu lalu di meetup C-Corner bersama teman-teman di Tech Voice Indonesia, kita ngobrol jujur. Bukan soal valuasi. Bukan soal funding. Tapi soal satu hal yang semua…

Membangun Presence LinkedIn dengan Bantuan AI
AI & Produktivitas

5 Jul2 mnt

Membangun Presence LinkedIn dengan Bantuan AI

Pernah gak sih lihat ada orang yang kariernya melesat cepat banget? Padahal secara teknis… nggak yang paling jago, nggak yang paling pintar juga. Tapi dia selalu terlihat. Selalu muncul di momen yang tepat. Pintar…

← Semua tulisan