Bukan Teknologinya yang Gagal. Tapi Sistem Kita yang Gak Siap.
Google Health.
Microsoft HealthVault.
IBM Watson for Oncology.
Semua raksasa.
Semua canggih.
Semua... gagal.
Bukan karena teknologinya jelek.
Tapi karena mereka mencoba merevolusi sistem yang gak pengen berubah.
Saya baca satu tulisan bagus yang menyimpulkan begini:
"Perusahaan teknologi membangun solusi untuk sistem kesehatan yang mereka harap ada, bukan sistem yang sebenarnya ada."
Mereka desain buat investor Silicon Valley buat masa depan,
bukan buat dokter berumur 65 tahun di klinik penuh pasien.
Dan ini bukan cuma terjadi di luar negeri.
Saya sempat ngobrol dengan salah satu provider teknologi kesehatan di Indonesia.
Teknologi mereka canggih.
Sudah dipakai di negara lain.
Tapi waktu ditawarkan ke RS di sini, responsnya:
“Saya dapat apa?”
Itu bukan problem teknologi.
Itu problem people.
Di sini, sistem approval seringkali bukan soal fit & benefit.
Tapi soal akses dan insentif.
Semacam mental "londo ireng" — kalau gak ada amplop, ya gak jalan.
Dan bukan rahasia juga:
Banyak vendor sistem, bahkan yang besar,
berlomba cari “endorsement” dari:
✔ Kementerian
✔ Asosiasi dokter
✔ RS besar
Kenapa? Biar bisa pasang logo di produk mereka.
Logo-logo itu jadi semacam “tiket emas” buat dapet trust instan.
Ya... katanya demi “trust”.
Tapi seringkali trust-nya dibeli, bukan dibangun.
Dulu saya pernah ngalamin sendiri,
waktu ingin dapat endorsement dari Kementerian Kesehatan dan asosiasi — dengan cara yang benar, sesuai prosedur, comply semua requirement.
Bolak-balik.
Revisi sana-sini.
Audit.
Verifikasi.
Butuh waktu hampir setahun.
Tapi...
di lapangan kita sering dengar cerita:
ada yang cukup beberapa minggu aja langsung lolos.
Semua tergantung… ya, akses.
Kalau semua sistem dibangun atas dasar “siapa yang bisa deal”,
bukan “siapa yang bisa solve”,
jangan heran pelayanan kesehatan kita sering di ujung tanduk.
Dan seperti biasa,
kalau ada krisis?
Baru semua ramai-ramai balik badan.
Healthcare doesn't need more revolutionary tech.
It needs evolutionary tech
Kalau kamu pernah bangun atau lagi bangun solusi buat sektor kesehatan, dan frustasi bukan karena teknologi,
tapi karena “faktor orang” —
DM saya, kita ngobrol. Barangkali bisa cari kita bantu cari jalan bareng.
🟡 Bisa Posting Linkedin 14 hari, join disini https://lnkd.in/gSKqgA8i





