Masuk

Digitalisasi Kesehatan2 menit baca

Teknologi Kesehatan Gagal karena Sistem Tak Siap

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Teknologi Kesehatan Gagal karena Sistem Tak Siap

Bukan Teknologinya yang Gagal. Tapi Sistem Kita yang Gak Siap.

Google Health.
Microsoft HealthVault.
IBM Watson for Oncology.

Semua raksasa.
Semua canggih.
Semua... gagal.

Bukan karena teknologinya jelek.
Tapi karena mereka mencoba merevolusi sistem yang gak pengen berubah.

Saya baca satu tulisan bagus yang menyimpulkan begini:
"Perusahaan teknologi membangun solusi untuk sistem kesehatan yang mereka harap ada, bukan sistem yang sebenarnya ada."

Mereka desain buat investor Silicon Valley buat masa depan,
bukan buat dokter berumur 65 tahun di klinik penuh pasien.

Dan ini bukan cuma terjadi di luar negeri.
Saya sempat ngobrol dengan salah satu provider teknologi kesehatan di Indonesia.
Teknologi mereka canggih.
Sudah dipakai di negara lain.

Tapi waktu ditawarkan ke RS di sini, responsnya:
Saya dapat apa?”

Itu bukan problem teknologi.
Itu problem people.

Di sini, sistem approval seringkali bukan soal fit & benefit.
Tapi soal akses dan insentif.
Semacam mental "londo ireng" — kalau gak ada amplop, ya gak jalan.

Dan bukan rahasia juga:
Banyak vendor sistem, bahkan yang besar,
berlomba cari “endorsement” dari:
✔ Kementerian
✔ Asosiasi dokter
✔ RS besar

Kenapa? Biar bisa pasang logo di produk mereka.
Logo-logo itu jadi semacam “tiket emas” buat dapet trust instan.

Ya... katanya demi “trust”.
Tapi seringkali trust-nya dibeli, bukan dibangun.

Dulu saya pernah ngalamin sendiri,
waktu ingin dapat endorsement dari Kementerian Kesehatan dan asosiasi — dengan cara yang benar, sesuai prosedur, comply semua requirement.

Bolak-balik.
Revisi sana-sini.
Audit.
Verifikasi.

Butuh waktu hampir setahun.

Tapi...
di lapangan kita sering dengar cerita:
ada yang cukup beberapa minggu aja langsung lolos.
Semua tergantung… ya, akses.

Kalau semua sistem dibangun atas dasar “siapa yang bisa deal”,
bukan “siapa yang bisa solve”,
jangan heran pelayanan kesehatan kita sering di ujung tanduk.

Dan seperti biasa,
kalau ada krisis?
Baru semua ramai-ramai balik badan.

Healthcare doesn't need more revolutionary tech.
It needs evolutionary tech

Kalau kamu pernah bangun atau lagi bangun solusi buat sektor kesehatan, dan frustasi bukan karena teknologi,  
tapi karena “faktor orang” —  
DM saya, kita ngobrol. Barangkali bisa cari kita bantu cari jalan bareng.

🟡 Bisa Posting Linkedin 14 hari, join disini https://lnkd.in/gSKqgA8i

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Digitalisasi Kesehatan

Healthtech Gagal Saat Literasi Kesehatan Rendah
Digitalisasi Kesehatan

30 Mei2 mnt

Healthtech Gagal Saat Literasi Kesehatan Rendah

Startup Healthtech Gagal Bukan Karena Teknologi. Tapi Karena Masyarakatnya Belum Siap. Saya pernah membangun startup di sektor kesehatan. dan fail. Bukan karena aplikasinya jelek. Bukan karena timnya kurang pintar…

SATUSEHAT dan Kekacauan Sistem di Puskesmas
Digitalisasi Kesehatan

16 Mei2 mnt

SATUSEHAT dan Kekacauan Sistem di Puskesmas

Digitalisasi Puskesmas: Kalau Semua Jalan Sendiri, Nakes & Pasien yang Kelelep. Waktu COVID-19 menghantam, kita sadar betapa lemahnya data kita. Puskesmas — garda terdepan kesehatan — justru minim sistem informasi yang…

Update Dunia AI Awal 2026: Bukan Sekadar Lebih Pintar, Tapi....
Digitalisasi Kesehatan

19 Jan2 mnt

Update Dunia AI Awal 2026: Bukan Sekadar Lebih Pintar, Tapi....

Update Dunia AI Awal 2026: Bukan Sekadar Lebih Pintar, Tapi.... Masuk akhir 2025 sampai awal 2026, dunia AI bergerak cukup signifikan. Bukan lagi soal chatbot siapa paling jago jawab pertanyaan, tapi siapa yang paling…

Digitalisasi Kesehatan: DTO Hilang Momentum
Digitalisasi Kesehatan

11 Feb2 mnt

Digitalisasi Kesehatan: DTO Hilang Momentum

Revolusi Mental Digitalisasi Kesehatan? PRANK! Dulu kita percaya “REVOLUSI MENTAL” bisa mengubah bangsa. Pemerintah bahkan bikin Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) lewat Inpres No.12 Tahun 2016. Tapi apa hasilnya?…

AdMedika Dijual dan Rumitnya Sistem TPA Asuransi
Digitalisasi Kesehatan

6 Jun2 mnt

AdMedika Dijual dan Rumitnya Sistem TPA Asuransi

AdMedika Dijual? TPA Itu Sebenarnya Apa Sih? Bloomberg sempat rilis kabar panas: Telkom katanya mau jual AdMedika senilai USD 100 juta (Rp1,6 triliun). Sebagai orang yang pernah bikin healthtech, saya langsung mikir…

← Semua tulisan