Masuk

AI & Produktivitas2 menit baca

Tadi malam saya lihat video Wamendikti Stella Christie di Katadata Future Forum 2026.

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Tadi malam saya lihat video Wamendikti Stella Christie di Katadata Future Forum 2026.

Tadi malam saya lihat video Wamendikti Stella Christie di Katadata Future Forum 2026.

Satu kalimat yang bikin saya berhenti scroll:
"Jurusan komputer dulu jadi rebutan, sekarang lulusannya merana."

Saya terdiam cukup lama. Bukan karena kaget. Tapi karena saya sudah bilang ini dua tahun lalu — dan baru sekarang pejabat setingkat Wamen ikut bicara.

Yang bikin miris bukan keterlambatannya. Yang bikin miris adalah: ini baru ujung gunungnya.

Di bawah permukaan, ada yang jauh lebih besar dan lebih menyakitkan.

Selama 15 tahun terakhir, kita menggenjot supply IT luar biasa. Kampus berlomba buka jurusan baru, ribuan lulusan dicetak tiap tahun, semua dibangun di atas narasi satu kalimat:
"masuk IT, masa depan aman."

Tapi tidak ada yang serius bertanya: demand-nya dibangun di mana?

Pemerintah punya 27.000+ aplikasi tersebar di semua kementerian dan lembaga. Kemenkes saja sempat punya lebih dari 400 aplikasi aktif — banyak dibuat vendor yang sekarang sudah bubar. Coretax, jantung penerimaan pajak negara, diluncurkan dengan kualitas yang dipertanyakan publik. Web kementerian diretas ribuan kali, solusinya: "asah skill IT di tiap institusi."

Ini bukan digitalisasi. Ini proyek-an.

Bikin sistem. Serah terima. Vendor hilang. Lanjut proyek berikutnya.

Tidak ada ekosistem yang dibangun.
Tidak ada tim internal yang dikembangkan.
Tidak ada demand riil yang tumbuh untuk menyerap talent secara berkelanjutan.

Lalu startup hype datang dan mengisi vacuum itu — tapi dengan model yang tidak pernah dirancang untuk sustainable.
Bakar uang, kejar valuasi, cepat exit. Ketika bubble meledak sejak 2022, PHK datang bertubi-tubi.

Data Kemenaker mencatat 18.610 kasus PHK di Februari 2025 saja — hampir 5 kali lipat dibanding Februari 2023.

Dan lulusan IT angkatan 2023–2026 — yang masuk kampus saat hype sedang panas — sekarang tiba di pasar kerja dan tidak menemukan pintu.

Ini bukan soal jurusannya yang salah. Ini soal kita tidak pernah serius membangun ekosistem yang akan menyerap mereka.

Supply digenjot selama 15 tahun. Demand tidak pernah dibangun secara strukturaloleh siapapun.

Buat adik-adik yang sekarang sedang berjuang cari kerja:
kalian tidak gagal. Kalian masuk ke sistem yang memang tidak pernah disiapkan untuk kalian.

Dan buat kita yang ada di posisi bisa — CTO, CIO, tech leader, policy maker — ini saatnya kita jujur: kita ikut diam terlalu lama.


Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal AI & Produktivitas

Anak startup pakai rompi pink lagi.
AI & Produktivitas

10 Mei2 mnt

Anak startup pakai rompi pink lagi.

Anak startup pakai rompi pink lagi. Dan jujur… makin lama makin bikin capek ngikutinnya. Kali ini KoinWorks. Startup fintech yang dulu sempat jadi salah satu harapan besar industri P2P lending Indonesia. Berdiri sejak…

Beberapa waktu lalu saya ngobrol cukup panjang dengan seorang industry expert. Bukan or…
AI & Produktivitas

19 Mei2 mnt

Beberapa waktu lalu saya ngobrol cukup panjang dengan seorang industry expert. Bukan or…

Beberapa waktu lalu saya ngobrol cukup panjang dengan seorang industry expert. Bukan orang startup. Bukan juga orang yang sibuk bicara valuation atau growth chart. Tapi orang yang puluhan tahun benar-benar hidup di…

Grab dan GoTo Sama-Sama Untung.
AI & Produktivitas

6 Mei2 mnt

Grab dan GoTo Sama-Sama Untung.

Grab dan GoTo Sama-Sama Untung. Tapi Angkanya Sejujurnya: Gajah vs Kancil 😅 Menarik lihat beberapa minggu ini. Dua “perusahaan hijau” akhirnya sama-sama mulai benar-benar hijau secara keuangan. GoTo baru saja…

Google baru saja memperkenalkan Gemini Spark di Google I/O.
AI & Produktivitas

20 Mei2 mnt

Google baru saja memperkenalkan Gemini Spark di Google I/O.

Google baru saja memperkenalkan Gemini Spark di Google I/O. Dan menurut saya… ini salah satu sinyal paling jelas bahwa era “AI chatbot” mulai selesai. Selama 2 tahun terakhir kita terbiasa dengan pattern: tanya → AI…

Google rela jual harga diri kalau itu artinya jangan kalah.
AI & Produktivitas

26 Apr2 mnt

Google rela jual harga diri kalau itu artinya jangan kalah.

Google rela jual harga diri kalau itu artinya jangan kalah. Investasi 690 Triliun rupiah ke Anthropic — kompetitor langsung — ini bukan tentang model AI terbaik. Ini tentang kontrol distribusi informasi global selama…

← Semua tulisan