Masuk

AI & Produktivitas2 menit baca

Grab dan GoTo Sama-Sama Untung.

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Grab dan GoTo Sama-Sama Untung.

Grab dan GoTo Sama-Sama Untung.
Tapi Angkanya Sejujurnya: Gajah vs Kancil 😅

Menarik lihat beberapa minggu ini.

Dua “perusahaan hijau” akhirnya sama-sama mulai benar-benar hijau secara keuangan.

GoTo baru saja mengumumkan laba bersih Rp171 miliar di Q1 2026.

Lalu tidak lama kemudian Grab juga rilis laporan:
US$120 juta net profit di Q1 2026.

Kalau dikonversi?
Kurang lebih:

Grab: Rp2,09 triliun
GoTo: Rp171 miliar

Selisihnya sekitar 12x lipat.

Dan kalau lihat revenue:

Grab sekitar Rp16,6 triliun
GoTo sekitar Rp5,3 triliun

Kurang lebih masih 3x lebih besar.

Jadi walaupun sama-sama akhirnya profit,
skala pertarungannya ternyata sudah jauh berbeda.

Kenapa Grab bisa lebih kencang?

Menurut saya ada beberapa hal.

Pertama:
Grab bermain regional.

Mereka bukan cuma kuat di Indonesia.
Tapi juga Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina.

Artinya:
market lebih besar,
revenue lebih lebar,
dan efisiensi operasional lebih terasa.

Kedua:
TheTikTok-TokopediaDivorce Effect.

GoTo sekarang terlihat lebih ramping karena Tokopedia sudah tidak lagi membebani laporan konsolidasi mereka.

Efeknya?
Lebih mudah mencetak profit.

Tapi konsekuensinya:
angka revenue dan GTV juga tidak lagi segede dulu.

Ketiga:
profit driver-nya berbeda.

Grab sangat kuat di mobility.
Ditambah mereka mulai memetik hasil dari digital bank mereka.

Sementara GoTo sekarang justru ditopang fintech:
GoPay jadi mesin pertumbuhan utama.

Dan ironisnya,
layanan yang dulu membesarkan Gojek:
ojek dan food delivery,
justru sekarang lagi diefisiensi besar-besaran.

Tapi di luar semua angka itu,
buat saya ada dilema yang menarik.

Nama PT-nya saja:
PT Karya Anak Bangsa.

Dan memang banyak orang Indonesia punya emotional attachment ke Gojek.

Karena ini salah satu startup lokal yang benar-benar lahir dari sini.

Tapi kalau dibandingkan negara lain,
support terhadap tech champion kita terasa setengah hati.

China full support Alibaba dan TikTok.

Amerika full support Google, Meta, OpenAI.

Mereka dilindungi,
didorong,
dan dibesarkan sampai jadi monster global.

Sementara di sini?
Kadang terasa:
baru mulai untung sedikit,
langsung kena tekanan baru 😅

Mulai dari regulasi,
potongan aplikator,
sampai sekarang sahamnya mulai masuk lewat Danantara.

Yaa…
harusnya Gojek bisa sebesar Grab.

Tapi ya begitulah.

Kalau kamu lagi bangun startup, scaling bisnis digital, eksplor AI, atau mau diskusi digitalisasi — ngobrol yuk.

DM saja 🙂

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal AI & Produktivitas

AI Agent for HR
AI & Produktivitas

9 Jan2 mnt

IT Team Jadi HR AI Agent: Adaptasi Engineer

“IT Teams Will Become HR of AI Agents” – CEO NVIDIA. Kalimat ini bukan cuma statement, tapi warning bagi kita semua. Sebagai seseorang yang lebih dari 12 tahun memimpin tim engineer (dari Tech Lead, Head of Engineer…

Beberapa hari ini ramai terdengar kabar kalau Paper.id melakukan langkah efisiensi besa…
AI & Produktivitas

10 Nov2 mnt

Beberapa hari ini ramai terdengar kabar kalau Paper.id melakukan langkah efisiensi besa…

Beberapa hari ini ramai terdengar kabar kalau Paper.id melakukan langkah efisiensi besar-besaran, dengan PHK ratusan karyawan. Dan menariknya, ini terjadi setelah mereka mencatat lonjakan transaksi (TPV) tahunan lebih…

Kalau Tak Mau Tertinggal, Optimalkan AI Tools
AI & Produktivitas

7 Okt2 mnt

Kalau Tak Mau Tertinggal, Optimalkan AI Tools

Kamu Boleh Gak Percaya AI. Tapi Dunia Gak Tungguin Kamu. Kalau kamu masih mikir “AI itu hype sesaat”— mungkin kamu juga orang yang dulu bilang “Internet itu gak penting” di tahun 1995. Faktanya: Hari ini, semua tools…

Cloudflare Down, PSE Drama, dan Dilema Kita Semua
AI & Produktivitas

20 Nov2 mnt

Cloudflare Down, PSE Drama, dan Dilema Kita Semua

Cloudflare Down, PSE Drama, dan Dilema Kita Semua Tanggal 18 November 2025 kemarin Cloudflare sempat outage global. Bukan down kecil—tapi beneran bikin banyak layanan tumbang bareng. Setelah ditelusuri, penjelasan resmi…

AI Menggeser Pekerjaan: Alarm dari PHK Amazon
AI & Produktivitas

30 Okt2 mnt

AI Menggeser Pekerjaan: Alarm dari PHK Amazon

AI Menggeser, Bukan Mengganti — Tapi Efeknya Sama Aja Amazon baru saja mengumumkan rencana PHK massal 30.000 karyawan. Dan ini bukan rumor startup yang biasa kita dengar — ini Amazon, salah satu perusahaan paling kuat…

← Semua tulisan