Kamu Boleh Gak Percaya AI. Tapi Dunia Gak Tungguin Kamu.
Kalau kamu masih mikir “AI itu hype sesaat”—
mungkin kamu juga orang yang dulu bilang “Internet itu gak penting” di tahun 1995.
Faktanya:
Hari ini, semua tools kerja kamu pelan-pelan berubah jadi AI-driven.
Dan ya, tanpa sadar kamu sudah pakai AI tiap hari.
Google pakai AI.
Notion, Canva, PowerPoint, bahkan Excel—semuanya udah “AI-infused.”
Bedanya, sebagian orang cuma pakai,
sementara sebagian lagi mengoptimalkan.
Saya tiap hari pakai minimal 4 AI tools buat kerja:
⚡ ChatGPT (GPT-5) → untuk eksperimen & belajar cepat.
Biasanya saya pakai mode Learning Plan untuk bikin modul pembelajaran AI, bahkan buat tim saya sendiri. (https://chat.openai.com/)
⚡ Perplexity → kalau butuh riset mendalam & referensi paling update.
Saya sering pakai prompt seperti ini: (https://www.perplexity.ai/)
“Act as a policy analyst. Compare Indonesia’s AI regulation vs Singapore’s. List 3 key gaps with references from 2025 policy updates.”
⚡ Gemini / NotebookLM → buat menganalisa laporan panjang, proposal, atau dokumen kebijakan. (https://lnkd.in/gbEkZs2D & https://notebooklm.google/ )
Satu prompt, bisa meringkas 100 halaman jadi insight yang bisa langsung dibahas di rapat.
⚡ Sora → buat generate image untuk konten dan resource presentasi — cepat, realistis, dan bisa match tone brand kita. (http://sora.chatgpt.com/)
Dan tahu gak yang paling lucu?
Masih banyak yang sibuk debat “AI haram” atau “AI bikin orang males mikir.”
Padahal di sisi lain, perusahaan besar udah berinvestasi triliunan buat percepatan adopsinya.
Kamu gak akan tergantikan sama AI.
Tapi kamu bisa tergantikan sama orang yang tahu cara pakai AI.
Saya lagi buka lagi wancana buka sesi bantu teman-teman belajar AI tools dari dasar —mulai dari ChatGPT, Gemini, NotebookLM, sampai Gamma. Pengen tau yang minat silahkan 👉 https://bit.ly/3KoUozr
Dan buat kamu yang developer, software engineer, programmer —
ada juga sesi gratis “AI for Software Engineer” minggu ini.
Kamu wajib ikut. https://bit.ly/4nRpi1A





