Masuk

Digitalisasi Kesehatan2 menit baca

Mengapa Tunggu Obat RS Masih 30–60 Menit

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Mengapa Tunggu Obat RS Masih 30–60 Menit

Sudah 20 Tahun, Tapi Kita Masih Tunggu Obat 60 Menit.

Sampai hari ini, waktu tunggu pengambilan obat di farmasi RS masih diatur lewat Kepmenkes No. 129 Tahun 2008.

  • Obat jadi: max 30 menit
  • Obat racik: max 60 menit

Ya, peraturan ini udah hampir 20 tahun.
Dan masih jadi acuan sakral di banyak rumah sakit kita.

Tapi di tengah dunia yang udah berubah total, masa sih efisiensinya nggak bisa di-upgrade?
Dari 30 menit jadi 5 menit — itu ngayal atau realistis?

Saya pernah ngalamin sendiri.
Satu waktu, saya berobat ke RS swasta besar — RS ternama.

Setelah selesai dari poli, saya langsung ke farmasi.

30 menit berlalu…
Nomor antrian saya nggak jalan-jalan.
Saya tanya ke petugas, dicek:
Ternyata resep belum diinput dari poli.

Saya disuruh nunggu lagi.
15 menit kemudian, masih belum ada progres.
Akhirnya saya inisiatif jalan sendiri ke poli —
Minta tolong perawat input resepnya langsung.

Dalam hitungan detik, langsung masuk.
Saya balik ke farmasi, baru bisa diproses.

Masalahnya bukan teknologi.
Masalahnya “orang”.

Setiap kali SLA (Service Level Aggrement) ini dibahas, jawabannya pasti:
Demi patient safety.”

Iya, itu penting. Tapi…

Bukankah efisiensi juga bagian dari kualitas layanan?
Bukankah orang yang sakit butuh kenyamanan, bukan hanya keamanan?

Kalau kita serius mau transformasi digital, harusnya kayak gini:
1Mindset dulu
Kita bukan mengorbankan kehati-hatian, tapi menambah nilai kenyamanan untuk pasien.

2Simulasikan ulang workflow-nya
Lihat titik-titik bottleneck. Mana yang bisa dipangkas, mana yang harus dibenahi.

3Otomasi proses standar
Musim batuk-pilek? Sistem bisa prediksi dan prepare.
Obat sering keluar? Bisa diproses semi-otomatis.

4Baru ke digitalisasi
Kalau prosesnya sudah solid, baru ditransformasikan secara teknologi.

Transformasi digital bukan soal sistem.
Tapi soal keberanian berubah dan memperbaiki cara kerja lama.

Kalau kamu pernah nunggu obat lama banget, atau punya ide efisiensi di sektor ini, yuk share di komentar.


🟡 Mau ngobrol lebih personal tentang karier & impact di sektor ini → buka sesi mentoring saya https://lnkd.in/gGbCrsfX

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Digitalisasi Kesehatan

Ekosistem Inovasi Kesehatan Gagal, Mulai dari Mana
Digitalisasi Kesehatan

15 Jun2 mnt

Ekosistem Inovasi Kesehatan Gagal, Mulai dari Mana

80 Tahun Gagal Bangun Ekosistem Kesehatan? Ya Salah Menteri. Iya. Ini semua salah Pak Menteri Kesehatan. Beliau yang harusnya: Sinkronkan seluruh Dinas Kesehatan di daerah Samakan visi BPJS, asuransi swasta, dan rumah…

BPJS, Rumah Sakit, dan Kekacauan Integrasi Data
Digitalisasi Kesehatan

19 Jul2 mnt

BPJS, Rumah Sakit, dan Kekacauan Integrasi Data

BPJS Kesehatan vs Rumah Sakit. Atau mungkin… vs Everybody? Saya sering lihat di sosial media: Pasien BPJS marah-marah ke petugas rumah sakit. Padahal yang dimarahi cuma menjalankan sistem. Tapi akarnya lebih dalam dari…

Update Dunia AI Awal 2026: Bukan Sekadar Lebih Pintar, Tapi....
Digitalisasi Kesehatan

19 Jan2 mnt

Update Dunia AI Awal 2026: Bukan Sekadar Lebih Pintar, Tapi....

Update Dunia AI Awal 2026: Bukan Sekadar Lebih Pintar, Tapi.... Masuk akhir 2025 sampai awal 2026, dunia AI bergerak cukup signifikan. Bukan lagi soal chatbot siapa paling jago jawab pertanyaan, tapi siapa yang paling…

Healthtech Gagal Saat Literasi Kesehatan Rendah
Digitalisasi Kesehatan

30 Mei2 mnt

Healthtech Gagal Saat Literasi Kesehatan Rendah

Startup Healthtech Gagal Bukan Karena Teknologi. Tapi Karena Masyarakatnya Belum Siap. Saya pernah membangun startup di sektor kesehatan. dan fail. Bukan karena aplikasinya jelek. Bukan karena timnya kurang pintar…

Reformasi Kesehatan dan Perlawanan Sistem Tertutup
Digitalisasi Kesehatan

23 Mei2 mnt

Reformasi Kesehatan dan Perlawanan Sistem Tertutup

Kenapa Kalau Bicara Reformasi Kesehatan, Reaksinya Selalu Seheboh Ini? Sudah berkali-kali saya tulis: Ekosistem kesehatan kita itu tertutup. Terlalu banyak keputusan penting — diatur oleh segelintir elite yang tidak…

← Semua tulisan