Masuk

Membangun Startup2 menit baca

Jangan Tunda Accounting: Biaya Mahal di Belakang

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Jangan Tunda Accounting: Biaya Mahal di Belakang

Lupa Belakang

Kebiasaan anak tech yang bisa berujung biaya mahal di belakang.

Ngaku deh, ini sering kejadian.
Waktu dan tenaga 99% habis buat problem solving:
Gimana caranya produk kita bisa dipakai orang?”
Gimana caranya biar user mau beli?”

Dan itu memang valid.
Tapi banyak yang lupa:
Sistem belakang — terutama accounting — gak pernah dipikirin sejak awal.
Karena dianggap “nanti aja”.
Atau lebih parah: “Gampang, pakai Excel juga bisa.”

Yang saya lihat, efeknya bisa serius:

  • Transaksi gak bisa dicocokkan dengan cash flow.
  • Gak punya sistem yang siap audit.
  • Bingung waktu mau laporan pajak.
  • Data berantakan: dari database, ke Excel, ke dashboard.

Dan yang paling nyesek: ketahuan ada fraud, tapi udah kejadian bertahun-tahun.

Saya pernah di dua sisi.
Pernah bangun sistem dari nol sambil rancang accounting-nya juga.
Tapi juga pernah ngalamin kacau karena sistem keuangannya dibikin belakangan.
Hasilnya? Drama vendor gonta-ganti. Laporan keuangan telat.
Investor batal masuk.

Masalah utamanya?
Anak tech sering gak ngerti finance.
Padahal kalau dari awal udah integrasi sistem keuangan, semuanya bisa lebih lancar.

Makanya penting banget, sejak awal:
1. Bangun sistem pencatatan transaksi yang clean
2. Pilih software accounting yang bisa diintegrasikan
3. Ajak orang finance dari awal, jangan cuma developer doang

Makanya, buat yang baru mulai:
Pilih software akuntansi yang bisa integrasi ke sistem kamu.
Gak perlu langsung yang mahal, yang penting cocok.
Rekomendasi saya untuk early stage:

  • Odoo
  • Zoho
  • Jurnal By Mekari
  • Accurate Indonesia

Buat para founder, tech lead, atau business owner yang lagi bangun sistem:
Jangan lupa urus “belakang” ya.
Daripada bayar mahal nanti.

Kalau mau ngobrol soal ini lebih lanjut, bisa DM atau ke sini:

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Membangun Startup

efishery fraud
Membangun Startup

21 Jan2 mnt

Skandal eFishery dan Krisis Integritas Founder

Skandal eFishery: Manipulasi Terstruktur, Penggelapan Dana, dan Pukulan Telak bagi Ekosistem Startup Ini adalah kesekian kali saya nulis tentang eFishery, dan kali ini saya benar-benar merasa terpukul. Laporan terbaru…

Dulu waktu saya kerja di perusahaan software development, hampir semua pekerjaan bentuk…
Membangun Startup

5 Mar2 mnt

Dulu waktu saya kerja di perusahaan software development, hampir semua pekerjaan bentuk…

Dulu waktu saya kerja di perusahaan software development, hampir semua pekerjaan bentuknya project. Client datang. Requirement dibuat. Timeline disepakati. Tim kerja beberapa bulan. Sistem selesai. Deliver. Done. Lalu…

Pivot Jovee ke Jual Vitamin, Volume Naik Tapi Boncos
Membangun Startup

13 Mei2 mnt

Pivot Jovee ke Jual Vitamin, Volume Naik Tapi Boncos

Gagal Bangun Startup Preventif, Kami Coba Pivot Jualan Vitamin. Ternyata Boncos Juga. Setelah 1 tahun mengupayakan Jovee—startup preventif kesehatan berbasis rekomendasi personal—dan tidak mendapat traction, kami…

Sekarang Waktunya Bangun Produk dengan AI & API
Membangun Startup

7 Jul2 mnt

Sekarang Waktunya Bangun Produk dengan AI & API

Gak pernah ada momen yang lebih pas dari sekarang untuk bangun produk teknologi Seriously... Kalau kamu lagi mikirin ide startup, side-project, atau produk digital... NOW is the time to go all in. Kenapa? 1. Orang lagi…

Sudah 2 Tahun Ini… Kita Sebenarnya Sedang Tidak Baik-Baik Saja.
Membangun Startup

30 Mar2 mnt

Sudah 2 Tahun Ini… Kita Sebenarnya Sedang Tidak Baik-Baik Saja.

Sudah 2 Tahun Ini… Kita Sebenarnya Sedang Tidak Baik-Baik Saja. Kalau jujur, ini bukan sekadar “perasaan”. Beberapa angka ini cukup jadi alarm: Rupiah sempat mendekati 17.000/USD IHSG terkoreksi di kisaran 7.000-an…

← Semua tulisan