Masuk

AI & Produktivitas2 menit baca

GoTo Akhirnya Untung.

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
GoTo Akhirnya Untung.

GoTo Akhirnya Untung.
Ehh... Baru Juga Napas, Langsung Kena “Gebukan” Lagi.

Ada berita yang menurut saya cukup penting minggu ini.

GoTo resmi mencatat laba bersih Rp171 miliar di Q1 2026.

Padahal Q1 tahun lalu masih rugi Rp367 miliar.

Artinya?

Setelah bertahun-tahun identik dengan:

  • bakar uang
  • promo
  • subsidi
  • growth at all cost

akhirnya mulai masuk fase:
path to profitability.

Walaupun kalau ngomong ROI investor lama mungkin masih panjang ya jalannya 😅

Tapi setidaknya ini jadi sinyal:
startup tech Indonesia mulai dipaksa realistis.

Bukan cuma growth.

Tapi sustain.

Dan jujur, buat perusahaan seperti GoTo, ini tidak mudah.

PHK berjilid-jilid.
Efisiensi besar-besaran.
Tekan operational cost habis-habisan.

Baru juga mulai kelihatan hasilnya…

Eh beberapa hari kemudian keluar pidato May Day.

Pak Presiden Prabowo meminta potongan aplikator ojol turun jadi 8%.

Dari sebelumnya sekitar 20%.

Artinya driver dapat 92%.

Kalau dari sisi driver?
Ya pasti banyak yang senang.

Tapi kalau dari sisi bisnis aplikator?

Pusing 😅

Karena banyak orang tidak sadar:
dari 20% ke 8% itu bukan turun sedikit.

Itu sama saja memotong sekitar 60% revenue sharing mereka.

Dan buat bisnis platform—
margin itu sudah tipis banget.

Apalagi bisnis seperti ride-hailing:

  • operasional besar
  • subsidi tinggi
  • teknologi mahal
  • customer acquisition mahal
  • dan pressure kompetisi brutal

Jadi jangan heran kalau nanti efek dominonya bisa ke mana-mana:

  • biaya lain naik
  • promo dikurangi
  • layanan berubah
  • efisiensi lagi
  • bahkan bisa muncul model monetisasi baru

Karena angka forecast bisnis seperti ini itu sensitif banget.

Geser sedikit saja—
bisa jungkir balik model bisnisnya.

Ini yang menurut saya sering tidak kelihatan dari luar:
membangun bisnis tech di Indonesia makin hari makin berat.

Di satu sisi dituntut growth.
Di sisi lain dituntut murah.
Sekarang dituntut bagi hasil makin kecil.

Yah… shit happens 😅

Kalau kamu lagi bangun bisnis digital, startup, atau lagi mikirin sustainability model bisnis di era sekarang — ngobrol yuk.

DM saja atau ke:

Dan kalau mau diskusi bareng soal startup, AI, digitalisasi, dan future of work:
Tech Voice Indonesia (TVI)

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal AI & Produktivitas

Kalau kamu lagi cari ide startup—ini salah satu yang paling “jelas” hari ini.
AI & Produktivitas

8 Apr2 mnt

Kalau kamu lagi cari ide startup—ini salah satu yang paling “jelas” hari ini.

Kalau kamu lagi cari ide startup—ini salah satu yang paling “jelas” hari ini. Bukan e-commerce. Bukan fintech. Bukan social app. Tapi: AI agents untuk menggantikan kerja-kerja “kantoran”. Kenapa sekarang? Karena…

“Fotokopi e-KTP melanggar perlindungan data pribadi.”
AI & Produktivitas

11 Mei2 mnt

“Fotokopi e-KTP melanggar perlindungan data pribadi.”

“Fotokopi e-KTP melanggar perlindungan data pribadi.” Begitu kata Dirjen Dukcapil minggu ini. Dan jujur saja, saya setuju. Coba lihat use case paling sederhana: hotel. Setiap kali check-in, kita diminta serahkan KTP…

Pekerjaan Entry-Level Mulai Tergusur oleh AI
AI & Produktivitas

11 Okt2 mnt

Pekerjaan Entry-Level Mulai Tergusur oleh AI

Pekerjaan Level Pemula Mulai Terancam — dan Ini Bukan Clickbait. Dari survei British Standards Institution (BSI) di 7 negara besar (Inggris, AS, Jerman, Australia, China, Jepang, Prancis), 25% bos yakin tugas-tugas…

Ledakan OpenAI Jadi Alarm Adopsi AI di Kerja
AI & Produktivitas

4 Okt2 mnt

Ledakan OpenAI Jadi Alarm Adopsi AI di Kerja

OpenAI: Dari Nol ke Rp8.304 Triliun — Dalam 5 Tahun. 2020, OpenAI baru saja meluncurkan GPT-3. Pendapatannya cuma US$3,5 juta. Hari ini? Valuasinya menembus US$500 miliar atau sekitar Rp8.304 triliun. Lebih tinggi dari…

Gojek seperti sedang tertimpa dari banyak arah sekaligus.
AI & Produktivitas

29 Mei2 mnt

Gojek seperti sedang tertimpa dari banyak arah sekaligus.

Gojek seperti sedang tertimpa dari banyak arah sekaligus. Pasca IPO yang tidak pernah benar-benar smooth. Saham nyungsep sampai area gocap. MSCI freeze. Tekanan tuntutan potongan komisi 8%. Dan sekarang founder-nya…

← Semua tulisan