Chaos banget beberapa minggu ini.
Rasanya setiap bangun pagi…
selalu ada berita baru.
Kasus demi kasus.
Drama demi drama.
Yang membuat saya paling khawatir bukan siapa yang menang atau kalah.
Tapi trust yang semakin terkikis.
Lihat saja.
Kasus yang menyeret nama-nama founder startup seperti Nadiem, Ibam, Nicko, Donald, dan lainnya sudah menjadi perhatian luas. Di komunitas startup, termasuk investor luar negeri, banyak yang mempertanyakan apakah dinamika bisnis startup, venture capital, dan pengambilan risiko inovasi dipahami secara memadai dalam proses penegakan hukum.
Belum selesai masyarakat mencerna itu…
muncul lagi kabar dugaan korupsi yang justru menyeret pejabat di institusi penegakan hukum.
Sebagai warga negara…
bingung harus percaya ke siapa.
Yang satu mengatakan sedang menegakkan hukum.
Yang lain mengatakan sedang dikriminalisasi.
Lalu muncul lagi dugaan penyimpangan di institusi yang seharusnya menjadi penjaga keadilan.
Yang rusak akhirnya bukan hanya reputasi individu.
Yang rusak adalah kepercayaan publik.
Padahal…
Ekonomi dibangun di atas trust.
Investasi dibangun di atas trust.
Startup dibangun di atas trust.
Bahkan negara juga dibangun di atas trust.
Kalau trust itu runtuh…
Yang hilang bukan hanya uang.
Talenta memilih pergi.
Founder berpikir dua kali untuk membangun.
Investor berpikir dua kali untuk masuk.
Dan masyarakat berpikir dua kali untuk percaya.
Menurut saya…
Inilah biaya yang paling mahal.
Bukan kerugian yang tertulis di berkas perkara.
Tapi hilangnya kepercayaan terhadap institusi.
Karena trust itu dibangun bertahun-tahun.
Tapi bisa hancur hanya dalam beberapa minggu.





