Masuk

Membangun Startup2 menit baca

Valuasi Startup Keblinger: Founder & Investor Karbit

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
startup valuation

Startup Valuation Keblinger: Ambisi Naik Karbit ala Founder dan Investor

Belakangan ini, kita banyak melihat startup yang kelihatannya melesat luar biasa. Salah satu contohnya adalah eFishery, yang kini jadi sorotan publik. Menurut Crunchbase, eFishery sudah mengantongi total pendanaan $372 juta (sekitar 6 triliun rupiah) dengan valuasi perusahaan mencapai $1,4 miliar (sekitar 23 triliun rupiah).

Wow banget, kan? Tapi tunggu dulu, mari kita lihat lebih dalam.

Madness Startup: Jadi Miliuner dalam 5 Tahun?
Fenomena ini muncul karena "madness" mimpi jadi miliuner secara instan. Dalam waktu singkat, founder dan investor mengejar valuasi yang meledak lewat strategi hyper-growth.

Masalahnya?

  • Pengelembungan yang tidak wajar. Fokusnya bukan lagi pada fundamental bisnis, tapi pada angka-angka semu.

  • Banyak startup, termasuk eFishery, diindikasi belum sepenuhnya profit. Tapi demi angka valuasi, semua metrics digenjot seakan-akan perusahaan sedang terbang tinggi.

Formula Valuasi: Siapa yang Salah?

Apakah ini kesalahan founder semata? Tentu tidak.
Investor juga berkontribusi menciptakan budaya ini. Mari kita bahas cara sederhana menghitung valuasi startup:

Revenue (GMV) x Multiplier.

  • Revenue adalah pendapatan kotor, misalnya dari transaksi per tahun.
  • Multiplier adalah angka pengali yang sering jadi bahan negosiasi.

Berikut beberapa benchmark multiplier industri global:

  • Agritech: 4x
  • Online dan Teknologi: 1.08x
  • IT Services dan Consulting: 1.52x
  • Pharmaceuticals: 4.05x
  • Retail: 0.49x

Khusus agritech (sektor eFishery), multiplier-nya rata-rata 4x. Jadi kalau valuasi eFishery adalah 23 triliun rupiah, artinya revenue mereka per tahun diperkirakan sekitar 5,75 triliun rupiah (sekitar 480 miliar rupiah per bulan).

Masuk akal nggak? Kalau nggak masuk akal, kemungkinan besar ada upaya "genjot angka" agar valuasi terlihat besar.

Sayangnya, madness ini tidak hanya berasal dari founder, tapi juga investor yang mendorong strategi pertumbuhan yang tidak berkelanjutan.

Valuasi besar nggak selalu berarti sukses. Jangan hanya terpukau angka—lihat fundamental bisnisnya.

Sekarang, banyak founder dan investor mulai kapok pakai formula seperti ini. Mereka sadar strategi hyper-growth tanpa dasar kuat bisa berujung pada bubble yang akhirnya meledak.

👋 PS:
Punya insight lain tentang startup valuation? Yuk diskusi di Tech Voice Indonesia (TVI). Saatnya kita semua lebih kritis membaca fenomena ini di https://lnkd.in/gCXHMPGf


💬 Komentar pendapatmu di bawah.
🔔 Follow saya untuk diskusi lebih lanjut soal startup dan teknologi.
♻ Repost agar lebih banyak yang paham permainan di balik angka-angka ini!

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Membangun Startup

← Semua tulisan