Saya baru saja ngisi training AI satu hari penuh untuk komunitas Project Manager Oil & Gas.
Yang menarik bukan cuma materinya.
Tapi siapa yang buka acaranya.
Direktur Utama Sucofindo.
BUMN yang puluhan tahun hidup di dunia inspeksi, testing, sertifikasi, dan compliance — sekarang justru mulai mendorong teamnya masuk ke era AI.
Dan ada satu hal lagi yang cukup bikin saya surprise.
Pesertanya bukan anak-anak baru lulus.
Bukan juga generasi yang katanya “AI native”.
Mayoritas justru profesional dengan pengalaman 20–40 tahun di industri Oil & Gas.
Dan mereka yang paling aktif bertanya.
Bukan pertanyaan level:
“AI itu apa?”
Tapi sudah masuk ke:
“Prompt yang tepat untuk analisa data seperti ini apa?”
“Workflow paling efisien untuk skenario project kami gimana?”
“Kalau dipakai untuk steering committee report, mana yang paling reliable?”
Itu beda level.
Satu hari kami benar-benar hands-on.
Dari data project mentah jadi laporan siap presentasi.
Dari ide sederhana jadi functional tools tanpa coding.
Sampai simulasi problem ERP dan operational workflow.
Dan jujur, beberapa kali ruangan itu terdengar spontan:
“Lho… bisa begini?”
“Cepat banget.”
“Ini dulu bikinnya bisa mingguan.”
Karena mereka membandingkan langsung dengan realita kerja mereka selama puluhan tahun.
Yang biasanya:
rapat berkali-kali, revisi slide, olah data manual, bikin summary, tunggu tim lain.
Sekarang sebagian workflow itu bisa dipercepat jadi hitungan menit.
Bukan berarti AI menggantikan pengalaman mereka.
Justru pengalaman merekalah yang bikin output AI jadi relevan dan berkualitas.
Dan ini yang menurut saya sering salah dibaca.
Narasi di luar sana sering bilang:
profesional senior susah adaptasi teknologi baru.
Menurut saya tidak selalu begitu.
Justru orang yang punya domain knowledge kuat biasanya lebih cepat memahami bagaimana AI dipakai untuk menghasilkan impact nyata.
Karena AI tanpa konteks cuma menghasilkan output generik.
Tapi ketika dipakai oleh orang yang benar-benar paham masalah lapangan — hasilnya beda cerita.
Kalau industri-heavy seperti ini sudah mulai serius masuk ke AI, pertanyaannya bukan lagi:
“Apakah AI akan diadopsi?”
Tapi:
siapa yang siap membantu mereka mengadopsinya dengan benar.
Terima kasih untuk Ir. M. Tavip Sunandar, MM, IPMO-P, PMP, AIICD
selaku Chairman Global Energy Project Professional (GEPP) dan PT Sucofindo yang memfasilitasi sesi ini dengan luar biasa.
Kalau perusahaan, lembaga, atau organisasi kamu mulai serius ingin adopsi AI dengan cepat dan benar — mulai dari mindset, workflow, sampai implementasi real use case — just DM saja.





